Kapolri Ajak Garda Satya NKRI di Solo Jadi Relawan Bencana, Perkuat Komitmen Kebangsaan

Penulis: Hendra Wijaya  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16:31 WIB
Kapolri menawarkan peran relawan bencana kepada Garda Satya NKRI dalam syukuran kemerdekaan di Solo, Minggu (30/8).

SOLO — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menawarkan peran baru bagi keluarga besar Garda Satya NKRI untuk ikut serta dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia. Tawaran itu disampaikan di sela kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI yang mengusung tema "Bersama Umat Membangun Indonesia" di Solo, Minggu (30/8).

Garda Satya NKRI sendiri merupakan organisasi yang menaungi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah. Kelompok ini telah meneguhkan komitmen kebangsaan dengan menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Alasan Kapolri Libatkan Garda Satya NKRI

Kondisi geografis Indonesia yang rawan gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi menjadi dasar pertimbangan utama. Kapolri menilai kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak bisa hanya mengandalkan aparat, melainkan butuh keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

"Keterlibatan tersebut juga sejalan dengan semangat Garda Satya NKRI untuk mengambil peran positif dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara," ujar Kapolri dalam keterangannya, Minggu (30/8).

Peran Nyata dalam Memelihara Kamtibmas

Selain menjadi relawan bencana, organisasi ini juga berkomitmen berada di barisan terdepan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Seluruh kegiatannya berada di bawah koordinasi Polri.

Kapolri menilai kehadiran Garda Satya NKRI dalam penanggulangan bencana akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang terdampak. Langkah ini juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.

Pengabdian Nyata bagi Masyarakat

Peran sebagai relawan bencana disebut Kapolri sebagai bagian dari pengabdian nyata kepada masyarakat. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kelompok yang pernah berseberangan dengan negara kini aktif berkontribusi positif bagi bangsa.

Ajakan ini menjadi sinyal penguatan integrasi mantan anggota Jamaah Islamiyah ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui keterlibatan dalam aksi kemanusiaan, diharapkan semakin memperkuat ikatan sosial dan komitmen kebangsaan mereka di tengah masyarakat.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top