Sebanyak 2.833 kafilah dan ofisial dari 38 provinsi bakal membanjiri Kota Semarang pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang digelar 11–20 September 2026. Jika dihitung bersama pendamping dan rombongan, total peserta yang terlibat dalam rangkaian acara ini diperkirakan mencapai 7.000 orang. Pemprov Jawa Tengah menyiapkan 12 arena musabaqah dengan percepatan pengerjaan yang mencapai 80 persen.
SEMARANG — Kesibukan tampak di Lapangan Simpang Lima, Semarang, pekan ini. Lokasi tersebut bakal menjadi arena utama perhelatan akbar MTQ Nasional XXXI tahun 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengawal kesiapan tempat, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi ribuan kafilah yang akan datang dari seluruh penjuru Indonesia.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Iwanuddin Iskandar, menyebutkan progres pembangunan arena telah mencapai 80 persen. Ia menegaskan pemantauan langsung dilakukan untuk memastikan pihak ketiga bekerja sesuai jadwal.
"Kami memantau secara langsung berbagai persiapan, yang telah mencapai perkembangan 80 persen. Pihak ketiga yang telah ditetapkan menjadi penyedia, telah bekerja maksimal sesuai jadwal yang ditetapkan," ujarnya di Semarang, Selasa.
Dari total 12 arena yang disiapkan, masih ada lima lokasi yang tengah dikebut penyelesaiannya, termasuk arena utama. Selain Simpang Lima, panitia menyiapkan Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, serta Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
Sejumlah gedung di lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) juga akan difungsikan sebagai lokasi perlombaan. Distribusi lokasi ini dirancang agar mobilitas antar-arena tidak menumpuk di satu titik.
Untuk mendampingi kafilah sejak kedatangan hingga kepulangan, Pemprov Jateng memberdayakan 190 aparatur sipil negara (ASN) dari 38 perangkat daerah. Mereka bertugas sebagai Liaison Officer (LO) yang akan mendampingi setiap kontingen dari 38 provinsi.
Hasil koordinasi LO memperkirakan sekitar 2.833 kafilah dan ofisial datang ke Jateng. Jumlah itu belum termasuk keluarga atau pendamping lain yang diperkirakan membuat total partisipan mencapai 7.000 orang.
Panitia menyiapkan armada cukup besar untuk menjemput dan mengantar kafilah, dewan hakim, serta panitera. Total ada 15 bus berkapasitas 50 penumpang, lima truk box, 63 minibus, dan 76 unit mobil yang akan beroperasi selama pelaksanaan.
Armada ini dikerahkan untuk melayani pergerakan dari hotel penginapan menuju arena lomba dan sebaliknya. Koordinasi jadwal antar-arena menjadi kunci agar ribuan peserta tidak terlambat mengikuti cabang perlombaan.
Dukungan medis disiapkan selama 24 jam pada 11–20 September 2026. Tim kesehatan akan ditempatkan di lokasi registrasi, arena utama, arena musabaqah, area pameran, sekretariat, serta hotel penginapan kafilah.
Lima rumah sakit rujukan disiagakan untuk menangani keadaan darurat, yakni RSUP Dr Kariadi, RS Nasional Diponegoro, RS KRMT Wongsonegoro, SMC RS Telogorejo, dan RSUD Dr Adhyatma, MPH Tugurejo.
Selain fasilitas lomba, panitia juga memastikan kesiapan layanan pendukung lainnya. Pemantauan rutin terus dilakukan di titik-titik strategis agar seluruh rangkaian MTQ nasional berjalan lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kafilah.