JAWA TENGAH — Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Utusan Khusus Presiden RI untuk Danantara, Mayjen TNI (Purn.) Zacky Anwar Makarim ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Perusahaan pelat merah yang berada di bawah superholding Danantara ini ingin memastikan seluruh barisan memiliki visi yang sama dalam mengelola amanah negara.
Zacky menegaskan, momentum pertemuan ini dimanfaatkan untuk menyatukan langkah sekaligus meneguhkan tiga nilai utama: integritas, soliditas, dan profesionalisme. Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan selama berdinas menjadi modal berharga bagi perusahaan.
"Semangat pengabdian harus terus dijaga di mana pun kita bertugas. Pengalaman yang dimiliki harus diwujudkan melalui kerja yang profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi perusahaan, masyarakat, serta negara," ujar Zacky dalam keterangan tertulisnya.
Kehadiran para mantan prajurit TNI di jajaran Agrinas Palma bukan tanpa alasan. Kedisiplinan dan loyalitas yang sudah teruji selama bertugas dinilai menjadi fondasi kuat untuk membangun budaya kerja baru di tubuh perusahaan.
Komisaris Utama Agrinas Palma Nusantara, Letjen TNI (Purn.) R. Wisnoe Prasetija Boedi, menekankan bahwa integritas adalah harga mati. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk menempatkan kepentingan perusahaan dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Integritas, kedisiplinan, dan loyalitas harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas. Seluruh jajaran harus menjaga kekompakan," tegas Wisnoe.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menyoroti pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas sebagai penopang transformasi perusahaan. Ia berharap seluruh insan Agrinas Palma mampu bergerak adaptif dan kolaboratif tanpa meninggalkan prinsip kepatuhan.
"Soliditas organisasi harus berjalan seiring dengan penerapan tata kelola yang baik. Setiap keputusan harus memberikan nilai tambah bagi perusahaan," kata Tedi.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengakui bahwa mandat yang diemban perusahaannya bukan perkara ringan. Perusahaan dituntut berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengelolaan kelapa sawit yang profesional.
"Amanah yang dipercayakan kepada Agrinas Palma Nusantara merupakan tanggung jawab besar. Kami membutuhkan jajaran yang solid, berintegritas, dan memiliki kesamaan langkah agar setiap tugas dapat dijalankan secara profesional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara," ucap Ghani.
Ghani menambahkan, pertemuan yang berlangsung hangat ini juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan persepsi dan mempererat koordinasi antarjajaran. Menurutnya, komitmen membangun organisasi yang profesional, solid, dan berintegritas menjadi landasan utama perusahaan dalam menjalankan setiap penugasan dari pemerintah.
Sebagai salah satu pemain baru di industri kelapa sawit pelat merah, Agrinas Palma Nusantara kini berada di bawah koordinasi Danantara, badan pengelola investasi yang dibentuk pemerintah untuk mengonsolidasikan aset-aset BUMN strategis. Pertemuan internal semacam ini dinilai krusial untuk memastikan arah perusahaan selaras dengan target besar yang dicanangkan pemerintah.