SEMARANG — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap lalu lintas udara di Jawa Tengah kian meluas. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat total 29 penerbangan batal pada Senin (7/9/2026), naik dari 28 jadwal sehari sebelumnya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyebut pembatalan terdiri dari 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan. Jumlah penumpang yang terdampak mencapai 3.420 orang.
“Terdapat 29 penerbangan dibatalkan yang terdiri dari 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan,” kata Sulistyo di kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (7/9/2026).
Pada Minggu (6/9/2026), pembatalan sudah terjadi di 28 jadwal penerbangan. Angka itu berdampak pada 3.474 penumpang yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sesuai rencana.
Dari data terkini, rincian penumpang terdampak di hari Senin mencapai 1.842 orang dari sisi keberangkatan dan 1.578 orang dari sisi kedatangan. Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memproses pengembalian tiket maupun penjadwalan ulang.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengalihan rute atau divert, pengelola memutuskan memperpanjang masa operasional Bandara Ahmad Yani Semarang menjadi 24 jam penuh. Langkah ini diambil sambil memantau sebaran abu vulkanik di area Semarang.
Pemantauan dilakukan lewat pengujian paper test secara berkala bersama BMKG. Sejauh ini, kondisi runway dan fasilitas bandara dinilai layak untuk mendukung penerbangan alternatif.
Manajemen bandara turut menyiagakan armada transportasi darat, seperti shuttle dan taksi, selama 24 jam di area kedatangan. Armada ini disiapkan untuk mengantar penumpang yang penerbangannya tidak terjadwal menuju titik lanjutan, seperti stasiun kereta api dan terminal bus.
“Kami menyampaikan kepada transportasi yang beroperasi di wilayah bandara untuk standby manakala ada unscheduled flight yang masuk di luar jadwal operasional,” ujar Yulianto.
Bandara Ahmad Yani Semarang kini ditetapkan sebagai bandara alternatif untuk mengurai penumpukan penumpang internasional. Penetapan ini sejalan dengan arahan Kementerian Perhubungan agar konektivitas nasional tetap terjaga.
Selain Semarang, Kemenhub mengalihkan sejumlah penerbangan ke Bandara Kertajati, Yogyakarta International Airport, Juanda, dan Adi Soemarmo. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pembukaan bandara alternatif efektif untuk mempercepat proses kepulangan penumpang ke Tanah Air.
“Kita mendorong menggunakan bandara alternatif supaya bisa memecah penumpang yang kembali ke Tanah Air agar tidak terlalu berlama-lama,” tegasnya.