JAWA TENGAH — Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Albin Laurent, menegaskan kesiapan timnya untuk menggelar laga bertajuk El Clasico Indonesia tersebut di Jakarta. Namun, semua persiapan itu tak ada artinya tanpa surat izin dari kepolisian.
“Kalau untuk pertandingan Persija-Persib tanggal 12, secara kepanpelan kami siap melaksanakan di Jakarta,” kata Albin, Senin (7/9/2026).
Situasi ini menimbulkan kebingungan setelah Direktur Utama PT I.League, Ferry Paulus, sempat menyatakan pertandingan di SUGBK telah mengantongi izin kepolisian. Albin meluruskan, persetujuan yang dimaksud baru sebatas lisan dan izin prinsip dari Mabes Polri.
“Mungkin secara lisan dan izin prinsip dari Mabes Polri sudah keluar. Tapi ini kan izin wilayah yang harus diputuskan oleh Polda Metro. Jadi kita menunggu,” ucap Albin.
Albin menjelaskan, saat ini jajaran Polda Metro Jaya masih menggelar rapat internal untuk memutuskan penerbitan izin pertandingan tersebut.
Laga ini punya nilai historis tersendiri. Persija dan Persib sudah lama tak berhadapan di Ibu Kota. Pertemuan terakhir kedua tim di Jakarta terjadi pada 2019 lalu.
“Ya berharap, sangat berharap bisa main di Jakarta setelah sekian lama tidak pernah bermain di Jakarta melawan Persib,” tutur Albin.
Meski izin belum turun, Albin menilai peluang laga tetap digelar di SUGBK cukup besar. Pihaknya optimistis Polda Metro Jaya akan menerbitkan izin mengingat laga ini merupakan partai besar yang dinantikan publik.
Keputusan final Polda Metro Jaya akan menjadi penentu. Jika izin keluar, laga pekan kedua Super League (Liga 1) 2026/27 ini akan menjadi ujian berat bagi Persija yang bermain di kandang sendiri. Jika tidak, panpel harus menyiapkan opsi pengganti dalam waktu singkat.