PSEL Semarang Raya Siap Groundbreaking Desember 2026, Kelola 1.000 Ton Sampah Per Hari dari Semarang dan Kendal

Penulis: Gunawan Susilo  •  Selasa, 08 September 2026 | 19:52:32 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan peletakan batu pertama pembangunan PSEL di TPA Jatibarang pada Desember 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Jatibarang, Kota Semarang, dimulai pada Desember 2026. Fasilitas ini nantinya akan mengolah 1.000 ton sampah baru setiap hari dari Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

SEMARANG — Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk wilayah aglomerasi Semarang Raya memasuki babak baru. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan proyek di TPA Jatibarang itu ditargetkan mulai dibangun pada Desember 2026, setelah proses pematangan lahan rampung.

"Insya Allah dalam waktu dekat, sekitar empat bulan ke depan sudah ada groundbreaking (peletakan batu pertama)," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (15/4).

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan pihak PT Denera, anak perusahaan Danantara Indonesia, bersama investor asal Perancis. Pertemuan membahas perkembangan dan kesiapan lahan proyek strategis tersebut.

Lahan 6 Hektare di TPA Jatibarang Mulai Dipersiapkan

CEO PT Denera sekaligus Direktur Investasi Danantara Investment Management Fadli Rahman mengungkapkan, kajian lahan seluas 6 hektare yang disiapkan Pemkot Semarang di kawasan TPA Jatibarang telah dilakukan. Pematangan lahan ditargetkan tuntas dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan akses jalan, penataan lahan berkontur curam, hingga analisis dampak lingkungan (amdal). "Target kita groundbreaking di Desember 2026 sehingga di akhir 2028 itu pengelolaan sampah di Semarang Raya sudah bisa dimulai untuk seterusnya selama 30 tahun ke depan," ujar Fadli.

Target Operasional Penuh pada 2028

Ahmad Luthfi menjelaskan, penyelesaian pembangunan dan operasional PSEL Semarang Raya diperkirakan rampung pada 2028. Kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton sampah baru per hari yang berasal dari Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Fadli memberikan apresiasi kepada Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan Pemkab Kendal yang dinilai telah mengakselerasi persiapan program. "Review lahan sudah dilakukan di lokasi seluas 6 hektare," katanya menegaskan komitmen investasi tersebut.

PSEL Juga Disiapkan untuk Pekalongan Raya dan Tegal Raya

Proyek serupa tengah disiapkan di sejumlah wilayah aglomerasi lain di Jawa Tengah. Untuk aglomerasi Pekalongan Raya yang mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang, serta Tegal Raya yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes, prosesnya sudah mencapai penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama pada 13 April 2026 lalu.

Sementara itu, aglomerasi Muria Raya yang membawahi Kabupaten Pati, Kudus, dan Blora masih dalam proses pengajuan dan pembahasan di Kementerian Lingkungan Hidup.

Model RDF Terbukti Sukses di Cilacap dan Banyumas

Di luar PSEL, pemerintah provinsi telah menyusun peta jalan pengolahan sampah secara menyeluruh. Langkahnya mencakup pembentukan Satgas Penuntasan Sampah, pengelolaan sampah regional dengan model refuse-derived fuel (RDF), hingga fasilitasi pengurangan sampah di hulu dan pengolahan di hilir melalui Gerakan Jateng ASRI.

Model RDF tercatat sukses dijalankan di Cilacap, Banyumas, dan Magelang. Adapun untuk PSEL, praktik yang sudah beroperasi berada di TPA Putri Cempo, Surakarta.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top