Ketua DPRD Jateng Sumanto Kenang 3 Tahun Jadi Sales Jamu di Jakarta, Dorong Anak Muda Tak Gengsi Jualan

Penulis: Joko Purnomo  •  Selasa, 08 September 2026 | 21:16:31 WIB
Berikut adalah 3–5 caption foto berita yang sesuai dengan permintaan:

KARANGANYAR — Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto memiliki pesan tegas bagi generasi muda yang masih menganggap profesi penjualan sebagai pekerjaan rendah. Menurutnya, aktivitas menjual produk justru menjadi media latihan efektif untuk mengasah keterampilan komunikasi, membaca karakter orang, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku pernah menempuh jalan serupa. Selepas menyelesaikan pendidikan tinggi, ia bekerja sebagai sales jamu di Jakarta pada periode 1993 hingga 1996. Pada masa itu, jamu belum dipandang sebagai kebutuhan pokok masyarakat, sehingga proses penjualannya menuntut perjuangan ekstra.

Antre Berjam-jam Demi Bertemu Calon Pembeli

Sumanto menuturkan, tantangan terbesar saat menjadi sales jamu bukan hanya meyakinkan orang membeli produk. Ia juga harus bersaing dengan banyak tenaga penjual lain yang menawarkan barang serupa. Untuk sekadar bertemu pemilik toko, ia kerap mengantre berjam-jam di depan lokasi usaha.

"Dulu di Jakarta saya pernah jadi sales jamu. Mulai dari naik motor hingga naik truk perusahaan. Kalau mau ketemu calon pembeli harus antre di depan toko bareng sales lainnya. Kadang dapat giliran terakhir. Pernah saat ketemu pemilik toko malah disuruh pulang," kenangnya dalam Pelatihan Content Creator dan Afiliator di Kabupaten Karanganyar.

Pengalaman Menjual yang Menjadi Modal Kepemimpinan

Pengalaman tiga tahun tersebut, kata Sumanto, kini menjadi bekal berharga dalam kariernya. Berinteraksi dengan beragam karakter calon pelanggan mengajarkannya cara membuka percakapan, mendengarkan lawan bicara, dan membangun kepercayaan. Ia menegaskan bahwa kemampuan menjual tidak hanya soal transaksi, tetapi juga tentang memahami kebutuhan orang lain.

"Belajar mendengar, memahami kebutuhan pelanggan, skill kepemimpinan. Sebab pemimpin yang baik adalah pendengar yang baik. Tidak ada yang terbuang. Semua pengalaman adalah investasi untuk masa depan," ujarnya.

Jalan karier Sumanto tidak berhenti di dunia penjualan. Setelah menjadi sales, ia menjalani profesi pengacara selama 28 tahun sebelum akhirnya berlabuh di politik dan kini memimpin DPRD Jawa Tengah.

Afiliator Jadi Peluang Baru bagi Anak Muda

Sumanto menilai lanskap pemasaran saat ini telah bergeser jauh dari era ketika ia masih aktif berjualan. Jika dahulu tenaga penjual harus bertatap muka langsung dan mengantre panjang, kini teknologi memungkinkan proses promosi dilakukan dari mana saja melalui media sosial.

Menjadi afiliator disebutnya sebagai salah satu peluang yang bisa dimanfaatkan anak muda. Melalui skema ini, seseorang mempromosikan produk lewat platform digital dan memperoleh komisi dari setiap transaksi yang terjadi melalui tautan afiliasi. Model ini tidak membutuhkan modal toko atau ruang usaha fisik.

Kendati caranya berubah, Sumanto menekankan esensi pekerjaan tetap sama: menawarkan produk, memahami calon pembeli, serta memberikan pelayanan terbaik. Ia pun mendorong generasi muda berani memulai dari pekerjaan apa pun tanpa gengsi.

"Yang penting mau belajar, mau mendengar, memahami kebutuhan orang lain, dan terus mengembangkan kemampuan," pesannya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top