Motor Lewat Jalan Berabu Vulkanik? Jangan Lakukan Pengereman Mendadak

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 10 September 2026 | 11:19:32 WIB
Pengendara sepeda motor melintasi jalan berabu vulkanik di Jawa Tengah.

JAWA TENGAH — Paparan abu vulkanik yang terbawa angin bukan cuma soal kesehatan pernapasan. Bagi pengendara sepeda motor, partikel halus yang mengendap di aspal mengubah karakter permukaan jalan dan menurunkan traksi ban secara signifikan.

Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati, lewat tim Safety Riding Promotion mengingatkan prinsip #Cari_Aman tetap berlaku di kondisi ini. Head of Safety Riding Promotion WMS, Agus Sani, menyebut kemampuan mengendalikan motor saja tidak cukup.

“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan,” ujar Agus dalam keterangan resminya.

Mengapa Abu Vulkanik Bikin Jalan Licin

Partikel abu berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara dan terhirup. Efeknya ke tubuh: iritasi mata, hidung, sampai tenggorokan.

Efek ke kendaraan tidak kalah serius. Lapisan abu di permukaan aspal mengurangi daya cengkeram ban, sementara abu yang beterbangan memangkas jarak pandang. Dua faktor itu bertemu di satu titik: risiko kecelakaan meningkat.

Perlengkapan yang Wajib Dipakai

Helm dengan visor tertutup melindungi wajah dan mata dari partikel yang beterbangan. Pastikan visor bersih dan tidak tergores supaya pandangan tetap jernih.

Untuk pernapasan, masker dengan filtrasi baik seperti N95 jadi pilihan utama. Pastikan menutup hidung dan mulut dengan benar.

Enam Langkah Aman Menghadapi Abu Vulkanik

  • Visor helm tertutup — melindungi mata dari iritasi yang bisa mengganggu konsentrasi
  • Masker N95 — mengurangi paparan partikel halus ke saluran pernapasan
  • Kurangi kecepatan — memberi waktu lebih untuk membaca kondisi jalan dan mengontrol motor
  • Tambah jarak aman — ruang dan waktu cukup untuk perlambatan jika situasi berubah mendadak
  • Hindari pengereman dan manuver mendadak — lakukan pengereman bertahap, ubah arah dengan gerakan terukur
  • Jangan paksakan perjalanan — kalau pandangan terganggu, cari tempat aman untuk berhenti

Pengereman Bertahap, Bukan Sekali Sentak

Poin kelima yang paling sering diabaikan. Jalan berabu lebih licin dari kondisi normal, dan rem mendadak bisa langsung mengunci roda.

Lakukan perlambatan secara bertahap. Saat harus berbelok, gerakan setang dengan lembut agar keseimbangan motor tetap terjaga.

Kalau Pandangan Sudah Terganggu

Abu yang makin tebal membuat jarak pandang menyusut. Di titik ini, memaksakan perjalanan bukan pilihan bijak.

Kurangi kecepatan, cari tempat aman untuk berhenti, dan berlindung di area tertutup sampai kondisi membaik. Agus menegaskan keputusan tepat di momen kritis jadi penentu.

“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angin begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan,” kata Agus.

“Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” tutupnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: otorider.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top