PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memadamkan pasokan listrik sementara bagi warga di Desa Ngepoh Manggis Leksono dan Desa Salaman Lengkong, Wonosobo, Jawa Tengah. Penghentian aliran daya terencana ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Pemadaman aliran listrik bergilir menyasar dua wilayah desa di Wonosobo. Fokus pemeliharaan jaringan kali ini terpusat di Desa Ngepoh Manggis Leksono serta Desa Salaman Lengkong. Penanganan teknis infrastruktur kelistrikan ini memerlukan penghentian arus demi keselamatan kerja.
Di Desa Ngepoh Manggis Leksono, teknisi PLN mengerjakan proyek sisip tiang JTR (Jaringan Tegangan Rendah). Pengerjaan tiang sisip ini menjadi agenda utama pemeliharaan di kawasan permukiman tersebut. Langkah ini penting.
Sementara itu, pengerjaan di Desa Salaman Lengkong memiliki agenda teknis yang berbeda. Pemadaman listrik di desa tersebut dilakukan guna mendukung pemasangan kabel JTM (Jaringan Tegangan Menengah) 1 phasa. Kedua proyek strategis ini dikerjakan secara paralel di lapangan.
Pengerjaan sisip tiang JTR di Desa Ngepoh Manggis Leksono menjadi bagian dari penguatan konstruksi jaringan distribusi tenaga listrik. Pemasangan tiang tambahan dilakukan untuk menopang bentangan kabel tegangan rendah yang melayani kebutuhan warga. Konstruksi jaringan yang kokoh dibutuhkan agar suplai listrik ke pelanggan tetap aman dan stabil.
Pada saat bersamaan, teknisi menangani pemasangan kabel JTM 1 phasa di Desa Salaman Lengkong. Pemasangan jaringan tegangan menengah ini memiliki tingkat risiko tinggi bagi para petugas. Arus listrik wajib dimatikan total agar proses penarikan dan penyambungan kabel berjalan tanpa kendala teknis.
Penghentian suplai listrik berdampak langsung terhadap aktivitas warga di dua desa tersebut. Masyarakat di Ngepoh Manggis Leksono dan Salaman Lengkong diminta bersiap menghadapi padamnya arus listrik selama berjam-jam. Langkah mitigasi mandiri perlu disiapkan sejak pagi hari.
Sesuai jadwal resmi, pemadaman listrik di kedua desa terdampak berlangsung selama enam jam. PLN mengalokasikan waktu mulai pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB pada Jumat, 11 September 2026. Rentang waktu ini ditargetkan cukup untuk menuntaskan pemasangan tiang JTR dan kabel JTM.
Meski jadwal sudah ditetapkan, durasi pemadaman listrik bisa berubah sewaktu-waktu. Waktu pemulihan jaringan sangat bergantung pada kondisi di lapangan saat pekerjaan berlangsung. Hambatan cuaca atau kendala teknis dapat mempengaruhi kecepatan kerja petugas.
Jika pengerjaan sisip tiang JTR di Ngepoh Manggis Leksono dan instalasi kabel JTM di Salaman Lengkong tuntas lebih cepat, listrik segera dinormalkan. Petugas tidak akan menunda pengaliran daya kembali ke rumah warga. Sebaliknya, waktu pemadaman dapat bertambah panjang jika ditemukan kendala darurat di lapangan.
Masyarakat di dua desa terdampak diimbau terus memantau perkembangan proses penormalan listrik melalui saluran resmi. Warga Desa Ngepoh Manggis Leksono dan Desa Salaman Lengkong bisa memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Seluruh pembaruan penanganan jaringan terintegrasi langsung di aplikasi tersebut.
Selain lewat ponsel pintar, masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center 123. Saluran telepon ini siap melayani aduan gangguan apabila listrik belum menyala melewati jadwal yang ditentukan. Pelanggan cukup menyampaikan identitas dan alamat lengkap saat melapor.
Pekerjaan pemeliharaan di Wonosobo ini menuntut kerja sama dan pengertian penuh dari para pelanggan. Seluruh tahapan pengerjaan sisip tiang JTR serta penarikan kabel JTM 1 phasa semata-mata ditujukan demi keandalan pasokan listrik warga ke depan.
| Waktu | Wilayah Terdampak | Alasan |
|---|---|---|
| 10.00 – 16.00 WIB | Desa Ngepoh Manggis Leksono | Pengerjaan sisip tiang JTR (Jaringan Tegangan Rendah) |
| 10.00 – 16.00 WIB | Desa Salaman Lengkong | Mendukung pemasangan kabel JTM (Jaringan Tegangan Menengah) 1 phasa |
Jadwal dapat berubah menyesuaikan kondisi di lapangan. Kalau ada pemadaman di luar jadwal ini, warga bisa lapor lewat aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.