JAWA TENGAH — Kepastian itu diraih setelah para pemain Pidie melakoni rangkaian pertandingan di lapangan pasir Jantho, Aceh Besar. Dua tim yang diturunkan tampil kompak dan konsisten sejak babak penyisihan hingga partai penentuan juara pool.
Di Pol A, Pidie membuka langkah dengan kemenangan 2-1 atas Aceh Tengah. Pada babak kedua, Iman dan Hafis kembali membawa timnya menang 2-0 atas Nagan Raya, memastikan status juara pool.
Duo Iman-Hafis menjadi tulang punggung Pidie di sektor ini. Kombinasi servis dan blok keduanya menyulitkan lawan sepanjang kualifikasi.
Jalur mulus juga dilalui tim Pidie di Pol B. Hasan dan Fazhul memimpin kemenangan 2-0 atas Bireuen, lalu mengulangi skor identik saat menghadapi Aceh Tengah di babak kedua.
Hasil itu membuat Pidie keluar sebagai juara Pol B tanpa kehilangan satu set pun di partai-partai krusial.
Pelatih Voli Pantai Pidie, Yusri, menyebut kesiapan pemain sebagai faktor utama di balik lolosnya kedua tim. Menurutnya, anak asuhnya datang ke Jantho dengan kondisi siap tempur.
"Patut kita berikan apresiasi kepada para pemain yang mampu lolos ke PORA. Mereka tampil kompak dan mampu mengalahkan lawan-lawannya," kata Yusri kepada NOA.co.id, Minggu (13/9/2026).
"Mereka memang sangat siap saat menghadapi lawan-lawannya di Pra-PORA di Jantho, Aceh Besar," ujarnya menambahkan.
Dengan tiket di tangan, Pidie mulai mengalihkan fokus ke PORA Aceh Jaya yang dijadwalkan bergulir akhir 2026. Yusri berharap para pemainnya tidak cepat puas dan terus mengasah kemampuan di sesi latihan.
Targetnya jelas: Pidie tidak sekadar hadir, tetapi mampu bersaing dan membawa pulang prestasi. "Kita sangat puas karena mereka lolos ke PORA Aceh Jaya," jelas Yusri, yang juga dikenal sebagai pemilik usaha Nasi Uduk.
Bagi kontingen Pidie, hasil di Jantho menjadi modal berharga. Dua tim dengan komposisi pemain berbeda itu kini punya pengalaman bertanding di lapangan pasir yang menuntut fisik dan mental.