Kafilah Jateng Lompat ke Runner-up MTQ Nasional, 250 Ribu Pengunjung Putar Rp 1,3 Triliun di Semarang

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Kamis, 24 September 2026 | 11:16:31 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan bisyarah Rp 282 juta kepada kafilah Jateng di Semarang.

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan penghargaan berupa bisyarah senilai Rp 282 juta kepada kafilah yang berhasil mengharumkan nama provinsi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat nasional. Penyerahan berlangsung bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng, serta Sekretaris Daerah Sumarno.

Lonjakan capaian kafilah menjadi sorotan tersendiri. Dari sebelumnya hanya menempati urutan ke-16, Jateng kini duduk di posisi runner-up dengan koleksi 208 poin.

Luthfi: MTQ ke-31 Bagian dari Sejarah Jawa Tengah

Gubernur menyebut penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI sebagai tonggak bersejarah bagi provinsi ini. Ia menilai kesuksesan acara lahir dari kerja bersama pemerintah, masyarakat, ulama, hingga jajaran TNI dan Polri.

"Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-31 telah berlangsung sukses," ujar Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan bahwa warga Jawa Tengah bisa menyaksikan langsung bagaimana ajang keagamaan berskala nasional digelar di wilayah mereka.

"Kita semuanya menjadi saksi sejarah. Termasuk saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah," katanya.

Dampak Toleransi dan Ekonomi Jadi Catatan Penting

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menilai keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari perolehan medali. Menurutnya, perhelatan ini meninggalkan jejak sosial yang luas bagi masyarakat Jawa Tengah.

"Terima kasih sekali lagi kepada bapak dan adik-adik sekalian yang telah membawa prestasi Jawa Tengah," ujar Taj Yasin.

Ia menyebut ajang tersebut menjadi ruang pertemuan warga dari berbagai daerah. Interaksi yang terbangun dinilai memperkuat toleransi sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

"Catatan penting adalah perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat Muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial," katanya.

250 Ribu Pengunjung, Sektor Kuliner hingga Transportasi Ikut Terangkat

Sepanjang rangkaian acara, jumlah pengunjung tercatat melewati 250 ribu orang. Kehadiran peserta dan tamu dari luar daerah menghidupkan sektor kuliner, perdagangan, oleh-oleh, transportasi, sampai pariwisata.

Badan Pusat Statistik mencatat aktivitas ekonomi selama perhelatan mencapai sekitar Rp 1,3 triliun. Angka itu disampaikan Taj Yasin sebagai gambaran besarnya dampak ekonomi yang muncul.

"BPS mengatakan, ada Rp1,3 triliun selama perhelatan MTQ ini berjalan," ujarnya.

Pemerintah Jawa Tengah berharap perputaran ekonomi tersebut tidak berhenti begitu acara usai. Peserta dan tamu yang pernah datang didorong kembali berkunjung untuk menikmati destinasi wisata di provinsi ini.

"Harapannya, mereka sering kembali ke Jawa Tengah, berwisata di Jawa Tengah, menikmati kota-kota yang ada di Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut terbantu," kata Taj Yasin.

LPTQ Siapkan Pembinaan Berjenjang dari Kabupaten/Kota

LPTQ Jawa Tengah menjadikan capaian MTQ Nasional XXXI sebagai pijakan memperkuat pembinaan kafilah. Program disusun berjenjang mulai tingkat kabupaten dan kota.

Langkah itu diarahkan untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus menyiapkan generasi baru yang akan mewakili Jateng pada MTQ berikutnya.

"Doakan para kafilah kami, ke depan MTQ kita semakin baik, semakin solid, dan kompak. Nanti ada pembinaan-pembinaan dimulai dari tingkat kabupaten/kota, sehingga biar tambah mantap," ujar Taj Yasin.

Dua catatan menonjol dari perhelatan kali ini: lonjakan prestasi kafilah hingga runner-up nasional, serta dampak sosial-ekonomi yang disebut mencapai sekitar Rp 1,3 triliun bagi masyarakat Jawa Tengah.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: kabarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top