Imigrasi Pemalang Luncurkan Pimpasa Digital, Warga Bisa Cek Penyalur Kerja Luar Negeri Resmi di Kelurahan

Penulis: Joko Purnomo  •  Jumat, 25 September 2026 | 08:47:01 WIB
Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) menerima topi dan rompi dalam peluncuran Pimpasa Digital di Pemalang.

PEMALANG — Kelurahan Sugihwaras dipilih sebagai desa binaan pertama karena wilayah pesisirnya punya potensi besar di sektor kelautan dan maritim, tetapi sekaligus rentan terhadap TPPO dan TPPM. Kelompok yang paling berisiko adalah anak buah kapal (ABK) dan calon pekerja migran Indonesia.

Melalui Pimpasa Digital, warga bisa mengakses informasi keimigrasian, berkonsultasi, hingga memverifikasi perusahaan penyalur resmi tanpa harus datang ke kantor imigrasi. Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) ditempatkan di kelurahan sebagai ujung depan layanan.

Pencegahan Dimulai dari Tingkat Desa

Plt Bupati Pemalang Nurkholes membuka kegiatan tersebut dan menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerja sama. Bersama Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Imam Bahri, ia menyematkan topi dan rompi kepada petugas Pimpasa.

Nurkholes menegaskan kolaborasi ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan upaya memperkuat perlindungan warga dari risiko perdagangan orang dan penyelundupan migran.

"Pencegahan tidak dapat dilakukan hanya setelah terjadi kasus. Yang paling penting adalah membangun sistem pencegahan sejak dini mulai dari tingkat desa," kata Nurkholes.

Ia menyoroti kemiskinan dan terbatasnya lapangan kerja di kawasan pesisir sebagai tantangan yang membuat sebagian warga memilih jalur keberangkatan nonprosedural. Edukasi, pengawasan, dan penyebaran informasi dinilai harus berjalan sebelum kasus terjadi.

Kelurahan Sugihwaras Diminta Data Warga Berpotensi Bekerja ke Luar Negeri

Nurkholes meminta Kelurahan Sugihwaras mendata warga yang berpotensi bekerja ke luar negeri, termasuk keluarga pekerja migran. Data itu akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan.

"Yang paling penting adalah penguatan keluarga. Kalau ditemukan orang yang bekerja ke luar negeri, keluarganya juga perlu didata," ujarnya.

Pendataan keluarga pekerja migran dinilai penting karena masalah di rumah sering menjadi pemicu keberangkatan ulang secara nonprosedural. Dengan data yang rapi, program pendampingan bisa disusun lebih tepat sasaran.

Tiga Kanal Layanan Pimpasa Digital

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Imam Bahri menjelaskan, Pimpasa Digital menyediakan tiga kanal utama bagi warga:

  • Informasi keimigrasian, termasuk syarat dan prosedur dokumen perjalanan
  • Konsultasi langsung dengan petugas imigrasi pembina desa
  • Verifikasi perusahaan penyalur kerja luar negeri yang resmi

Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Tengah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kantor Imigrasi Pemalang, Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Pemalang, serta Kelurahan Sugihwaras dalam kegiatan yang digelar di Hotel Grand Wijaya.

Skema desa binaan ini membuka peluang diperluas ke kelurahan lain di Pemalang. Warga yang hendak bekerja ke luar negeri kini punya titik cek pertama di tingkat kelurahan sebelum berurusan dengan penyalur.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top