BATANG — Bupati Batang M Faiz Kurniawan memastikan seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya dibuka untuk menangani korban keracunan massal usai menyantap menu MBG. Langkah itu diambil setelah jumlah korban yang tersebar di Kecamatan Bawang menembus angka 500 orang.
Korban terdiri dari anak-anak hingga lansia. Pemkab Batang juga menutup sementara SPPG yang menyuplai menu MBG ke wilayah tersebut sebagai bentuk langkah tegas.
Insiden terjadi pada 23 September 2026. Warga mulai menunjukkan gejala keracunan setelah menyantap menu yang dipasok dari dapur SPPG setempat.
Pemkab Batang bergerak cepat dengan mengerahkan fasilitas kesehatan untuk perawatan korban. Penutupan sementara SPPG dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menyoroti tata kelola SPPG yang dinilai lemah. Ia menghendaki pengawasan lebih ketat dan tidak semata mengejar profit.
Atensi serupa datang dari berbagai pihak yang menilai perbaikan dapur dan tata kelola SPPG tidak bisa ditawar lagi. Tujuan program MBG untuk memenuhi gizi anak tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian mitigasi risiko kebersihan makanan.
Akar masalah keracunan MBG yang berulang terletak pada lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP). Pengawasan higienitas yang longgar dan distribusi makanan yang tergesa-gesa memperparah kondisi.
Peran Pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan pengelola dapur di tingkat bawah wajib memperketat kontrol kualitas. Sanksi tegas bagi pelanggar standar keamanan menjadi keharusan agar insiden serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Batang.