Menkomdigi Kunjungi Telin di Los Angeles, Dorong Ekosistem Digital RI Go Global

Penulis: Irfan Hakim  •  Selasa, 29 September 2026 | 21:18:31 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengunjungi kantor Telin di Los Angeles, Amerika Serikat.

JAWA TENGAH — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengunjungi kantor PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) di Los Angeles, Amerika Serikat, untuk meninjau peran anak usaha Telkom itu dalam memperkuat konektivitas Indonesia ke ekosistem digital global. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang diskusi soal pengembangan infrastruktur digital, perluasan kemitraan strategis, dan peluang menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi dunia. Pemerintah berharap langkah ini membuka lebih banyak ruang kolaborasi dan investasi teknologi bagi pasar dalam negeri.

Meutya menegaskan Indonesia tidak bisa bergerak sendiri di tengah perkembangan ekosistem digital global. Menurutnya, perusahaan dalam negeri perlu hadir di pasar internasional, membangun kemitraan, dan membawa pulang peluang, teknologi, serta investasi.

"Karena itu, kami mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia untuk semakin hadir di pasar global, membangun kemitraan strategis, serta membawa peluang, teknologi, dan investasi kembali ke Indonesia. Telin adalah salah satu contoh bagaimana perusahaan Indonesia dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia," ujar Meutya Hafid dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).

Meutya juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Telin dalam memperkuat kehadiran digital Indonesia di tingkat global. Lewat pernyataannya, ia menyebut Telin sebagai penggerak kedaulatan digital Indonesia dari Los Angeles.

Transformasi Bisnis Telin: dari Titik ke Koridor

CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menyatakan perusahaan terus bertransformasi memperkuat kapabilitas sebagai perusahaan konektivitas global. Fokus Telin bergeser dari konektivitas konvensional point-to-point menuju pengembangan koridor konektivitas yang lebih luas.

Koridor tersebut menghubungkan bisnis, masyarakat, dan ekosistem digital di berbagai pasar melalui infrastruktur terintegrasi. "Kami terus berkembang, dari sekadar menghubungkan titik menjadi menghubungkan koridor, sehingga menciptakan jembatan digital yang lebih kuat antara Indonesia dan dunia," kata Ansyori.

Kinerja Keuangan: Laba Bersih Tumbuh Lima Kali Lipat

Transformasi itu tercermin pada kinerja bisnis Telin. Sepanjang periode 2019 hingga 2025, pendapatan Telin naik sekitar 1,6 kali lipat, sementara laba bersih tumbuh sekitar lima kali lipat.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan penguatan kinerja Telin sekaligus kemampuannya menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan konektivitas lintas negara. Telin kini terus mengembangkan jejaring bisnis lewat kemitraan dengan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka.

Peran di Pasar Amerika Serikat

Kehadiran Telin di berbagai pasar memperluas perannya sebagai penghubung antara Indonesia dan ekosistem digital global. Perusahaan memanfaatkan infrastruktur serta jejaring kemitraan internasional untuk mendukung kebutuhan konektivitas di Amerika Serikat, Indonesia, dan pasar lainnya.

"Kehadiran global kami, khususnya di Amerika Serikat, memungkinkan kami membangun hubungan yang lebih erat dengan para pemain teknologi terdepan, memperluas kemitraan strategis, serta menciptakan peluang konektivitas yang mendukung pertumbuhan Indonesia dan ekosistem digital yang lebih luas," kata Ansyori.

Kunjungan dan diskusi strategis ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan ekosistem teknologi global. Kehadiran perusahaan Indonesia di pasar internasional dinilai membuka ruang lebih luas bagi kemitraan, pertukaran teknologi, dan peluang investasi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup menghadirkan konektivitas yang semakin terintegrasi. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, kehadiran Telin di pasar global menjadi sinyal bahwa infrastruktur konektivitas Indonesia terus diperluas untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top