PATI — Perwakilan AMPB, Supriyono atau yang akrab disapa Botok, menyebut sekitar 500 porsi makanan disiapkan dalam kegiatan tersebut. Seluruh makanan dimasak secara mandiri oleh anggota aliansi, sementara pendanaannya berasal dari donasi warga Pati.
Pemilihan lokasi di sekitar Alun-Alun Pati bukan tanpa alasan. Tempat itu dinilai memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Pati.
AMPB sebelumnya membagikan makanan dalam bentuk nasi bungkus. Cara tersebut dinilai kurang efektif karena terkadang makanan tidak habis atau tidak dikonsumsi penerima.
“Kalau di sini kan otomatis dimakan karena disajikan di dalam piring,” ujar Supriyono.
Konsep makan bersama dengan makanan yang disajikan langsung di piring menjadi pembeda kegiatan kali ini. AMPB berharap cara tersebut membuat makanan benar-benar tersantap, bukan sekadar dibagikan lalu tersisa.
Menu yang disediakan antara lain swike, swike ayam, mangut, mangut panggang, lomrico, hingga ikan laut. Semua masakan diolah sendiri oleh anggota AMPB tanpa melibatkan katering pihak ketiga.
Pendanaan kegiatan mengandalkan donasi dari masyarakat Pati. Tidak disebutkan berapa total donasi yang terkumpul maupun jumlah penyumbang dalam kegiatan tersebut.
Supriyono mengatakan kegiatan berbagi makanan gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi upaya menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama berbuat baik dan membantu warga yang membutuhkan.
Dengan konsep makan bersama dan makanan yang disajikan langsung, AMPB berharap kegiatan sosial itu dapat memberikan manfaat sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat.