JAWA TENGAH — Indonesia masuk daftar destinasi luar negeri favorit wisatawan China untuk libur Golden Week yang berlangsung 1-7 Oktober 2026. Agen perjalanan Tuniu menyebut Indonesia, Turki, dan Korea Selatan sebagai tujuan populer, menggeser posisi Jepang yang tahun lalu memimpin daftar. Pergeseran ini terjadi saat hubungan China-Jepang memanas.
Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat kunjungan wisatawan China ke Jepang pada enam bulan pertama 2026 turun 56,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu memperkuat sinyal bahwa wisatawan China mulai melirik destinasi lain, termasuk Indonesia.
Laporan Kyodo News yang dikutip Sabtu (3/10/2026) menyebut agen perjalanan Tuniu menempatkan Indonesia, Turki, dan Korea Selatan dalam daftar destinasi luar negeri populer untuk periode liburan yang dimulai 1 Oktober. Susunan ini berbeda dari tahun lalu ketika Jepang berada di posisi pertama.
Pada November 2025, Pemerintah China meminta warganya menghindari perjalanan ke Jepang. Imbauan itu keluar setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan pernyataan di parlemen mengenai kemungkinan pengerahan pasukan pertahanan jika China menyerang Taiwan.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan menyatakan akan membawa pulau itu dalam kendalinya, termasuk dengan kekuatan jika diperlukan. Ketegangan inilah yang membuat banyak wisatawan China mempertimbangkan ulang rencana liburan mereka.
"Tentu ada orang-orang yang akan merasa sulit memilih Jepang sebagai destinasi wisata melihat situasi saat ini," kata seorang warga China yang bepergian ke Jepang pada 2026.
Libur Golden Week di China berlangsung sepekan penuh, 1 hingga 7 Oktober. Periode ini bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur yang digelar tiga hari mulai 25 September, menciptakan musim liburan panjang yang biasa dimanfaatkan untuk perjalanan jauh.
Kombinasi dua momen itu membuat permintaan paket wisata luar negeri melonjak. Indonesia, menurut data Tuniu, kini berada di antara tujuan yang paling dicari wisatawan China untuk periode tersebut.
Masuknya Indonesia dalam daftar destinasi favorit wisatawan China membuka peluang bagi sektor pariwisata nasional. Selama ini, wisatawan China dikenal sebagai salah satu pasar terbesar dengan belanja tinggi, terutama di destinasi seperti Bali, Jakarta, dan Batam.
Pergeseran preferensi ini juga menunjukkan bahwa faktor geopolitik bisa menjadi penentu arus wisatawan lintas negara. Ketika satu destinasi dianggap kurang nyaman secara politik, wisatawan mencari alternatif yang dinilai lebih aman dan netral.
Bagi pelaku industri pariwisata Indonesia, momentum Golden Week 2026 bisa dimanfaatkan untuk memperkuat promosi, menyiapkan layanan berbahasa Mandarin, dan menyesuaikan paket wisata dengan preferensi pasar China. Informasi terkini soal kebijakan perjalanan dan paket wisata dapat dikonfirmasi melalui agen perjalanan resmi atau dinas pariwisata setempat.