Carrie Versi Mike Flanagan Tayang di Prime Video, Ini Perbedaannya

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:19:31 WIB
Serial Carrie garapan Mike Flanagan resmi tayang di Prime Video dengan delapan episode.

JAWA TENGAH — Serial Carrie garapan Mike Flanagan resmi tayang di Prime Video dan langsung menempati posisi teratas daftar tontonan layanan streaming tersebut. Adaptasi novel Stephen King ini terdiri dari delapan episode dengan sejumlah perubahan besar, terutama latar cerita yang dipindahkan ke dunia modern. Penggemar berat versi buku maupun film 1976 mungkin perlu menyiapkan ekspektasi berbeda.

Serial Carrie menjadi adaptasi keenam Mike Flanagan atas karya Stephen King, setelah sebelumnya menggarap Gerald's Game dan Doctor Sleep. Flanagan dikenal luas lewat sejumlah serial horor di Netflix seperti The Haunting of Hill House dan Midnight Mass. Kali ini ia menggarap Carrie, cerita pertama King yang diterbitkan, dengan pendekatan yang jauh dari sekadar menyalin ulang sumber aslinya.

Alur Cerita Carrie Versi Serial

Musim pertama terdiri dari delapan episode dan mengikuti Carrie White (Summer H. Howell) setelah ayahnya meninggal dalam kecelakaan tragis. Otoritas setempat memindahkannya ke sekolah publik untuk pertama kali, sementara ibunya, Margaret (Samantha Sloyan), kembali masuk dunia kerja.

Carrie tumbuh di rumah dengan didikan agama yang menekan dan bersekolah secara home schooling, sehingga ia nyaris tidak mengenal dunia luar. Ia bingung menghadapi hal-hal sehari-hari seperti simulasi penembakan di sekolah dan menstruasi pertamanya. Keduanya membuat Carrie ketakutan hingga mengira nyawanya akan berakhir.

Howell memerankan Carrie sebagai sosok yang penuh kasih dan sangat ingin diterima teman-temannya, meski belum pernah memakai komputer dan tidak memiliki ponsel. Di mata sekolah, ia dianggap aneh dan menjadi sasaran empuk perundungan.

Perubahan Latar ke Dunia Modern

Flanagan memindahkan cerita Carrie ke era modern, lengkap dengan media sosial, kamera ponsel, dan internet. Teknologi dipakai untuk menyiksa Carrie lebih jauh dibandingkan versi buku. Pilihan ini memberi dimensi baru pada tekanan yang dialami tokoh utamanya.

Perundungan di sekolah tetap menjadi bagian penting cerita. Alison Thornton tampil sebagai Chris Hargensen, pemimpin geng perundung, dengan keputusan-keputusan mengerikan sepanjang serial. Flanagan tidak menjadikannya penjahat kartun, melainkan ikut menyorot masalah keluarga Chris di rumah.

Siena Agudong memerankan Sue Snell sebagai karakter kompleks yang mulai menyesali perundungan terhadap Carrie, sementara lingkaran pertemanannya tidak. Dinamika ini membuat Sue menjadi salah satu karakter favorit dalam serial.

Margaret White Jadi Sorotan

Satu karakter yang menuai kekecewaan adalah Margaret White, yang digambarkan jauh lebih simpatik dibandingkan versi buku dan film Brian De Palma. Keyakinan religiusnya yang menekan tetap terlihat, tetapi ia lebih berempati kepada Carrie.

Dalam cerita asli, Carrie tidak pernah menemukan kenyamanan di rumah. Kebencian Margaret terhadap putrinya menjadi pemicu kehancuran Carrie dan penggunaan kekuatannya untuk menghancurkan. Sejumlah keputusan dalam serial dinilai tidak sesuai dengan karakter Margaret di sumber aslinya.

Dukungan Margaret kepada Carrie dianggap mengurangi isolasi parah yang seharusnya dialami tokoh utama, yang berujung pada adegan prom ikonis penuh kekerasan. Akhir cerita serial ini juga berbeda dari versi asli dan diprediksi tidak disukai sebagian penggemar.

Kesimpulan dan Rekomendasi Tontonan

Terlepas dari perbedaan tersebut, Carrie versi Flanagan dinilai sebagai penceritaan ulang yang baik untuk era modern. Sorotannya terhadap siswa-siswa di sekitar Carrie dan kegagalan pihak sekolah menjalankan perannya menjadi kekuatan utama serial ini.

Serial ini cocok bagi penonton yang ingin melihat tafsir berbeda atas kisah Carrie, bukan salinan langsung dari novel. Bagi penggemar berat versi asli, terutama yang menganggap kekejaman Margaret sebagai inti cerita, sejumlah perubahan di serial ini berpotensi memicu perdebatan.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top