Petani Pagerbarang Tegal Rogoh Rp 4,8 Juta untuk Pompa Air, DPRD Desak Perbaikan Sumur Pompa

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:47:02 WIB
Petani di Kecamatan Pagerbarang menyewa mesin diesel untuk mengairi sawah saat musim kemarau.

PAGERBARANG — Keterbatasan pasokan air pada musim kemarau memaksa petani di Kecamatan Pagerbarang menyewa mesin diesel secara mandiri. Saluran irigasi teknis yang tidak lagi mengalirkan air membuat pompa dan penyedot diesel menjadi satu-satunya tumpuan pengairan sawah.

Fasilitas sumur pompa milik Pemkab Tegal dinilai belum bekerja maksimal. Kondisi itu membuat petani menanggung beban operasional yang jauh lebih besar dibandingkan mengandalkan irigasi normal.

Biaya Sewa Mesin Diesel Rp 25 Ribu per Jam

Petani Desa Pagerbarang, Sugeng (51), menyebut dirinya harus menyiapkan sekitar Rp 4,8 juta khusus untuk sewa mesin diesel selama satu musim tanam atau sekitar tiga bulan. Hitungan itu berasal dari tarif sewa Rp 25 ribu per jam.

Untuk mengairi lahan seluas seperempat bau atau sekitar 1.750 meter persegi, mesin harus beroperasi nonstop sekitar delapan jam setiap kali penyedotan. Dalam sepekan, penyedotan dilakukan dua kali.

"Sekali penyedotan butuh biaya Rp200 ribu. Dalam seminggu kami lakukan dua kali penyedotan, jadi biaya bulanan mencapai Rp1,6 juta. Kalau dikalikan tiga bulan sampai panen, totalnya Rp4,8 juta," ujar Sugeng.

Total Modal Tembus Rp 7,8 Juta per Musim Tanam

Pengeluaran untuk air bukan satu-satunya beban. Sugeng memperkirakan kebutuhan pupuk, pembersihan gulma, dan tenaga kerja saat panen menambah sekitar Rp 3 juta.

Dengan demikian, modal bersih yang harus disiapkan mencapai Rp 7,8 juta untuk satu kali masa tanam. Angka itu belum memperhitungkan risiko gagal panen yang bisa membuat petani merugi lebih dalam.

"Biaya yang kami keluarkan tidak sedikit. Itu pun kalau hasil panennya tidak puso. Kalau sampai gagal panen, kami bisa rugi besar," keluh Sugeng.

DPRD Minta Dinas Terkait Bertindak

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, H. Akhmad Sayuti, meninjau langsung sawah di Desa Pagerbarang, Kamis (15/10/2026). Ia menyoroti sumur pompa bantuan pemerintah daerah yang tidak mampu mengalirkan air secara lancar.

Sayuti mendesak dinas terkait segera mengambil tindakan perbaikan infrastruktur air dan jalan usaha tani. Menurutnya, perbaikan sumur pompa akan langsung memangkas biaya operasional yang selama ini ditanggung petani.

Petani berharap perbaikan sumur pompa direalisasikan sebelum musim tanam berikutnya. Tanpa perbaikan, beban Rp 4,8 juta per musim dipastikan kembali menghantam modal mereka saat kemarau datang.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: radartegal.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top