TEGAL — SDN Mangkukusuman 8 Kota Tegal mengubah cara pencatatan kehadiran siswa dari buku absen manual menjadi sistem digital berbasis akun belajar.id. Kepala sekolah Priyatin mengatakan sarana pendukung seperti komputer dan jaringan internet sebenarnya sudah tersedia, tetapi belum dimanfaatkan untuk administrasi harian.
Akun belajar.id disediakan Kementerian Pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan administrasi pendidikan secara digital. Akun ini diperuntukkan bagi kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta pihak lain yang memenuhi ketentuan sebagai pengguna.
Selama ini, guru mencatat kehadiran siswa di buku atau lembar absensi, lalu merekap ulang datanya satu per satu. Cara itu memakan waktu, rawan salah catat, dan menyulitkan pemantauan kehadiran secara cepat.
Beban administrasi yang menumpuk membuat guru kurang leluasa mengurus hal lain. Priyatin menyebut kondisi tersebut yang mendorong sekolah merancang inovasi absensi digital.
Digitalisasi absen berarti mengubah pencatatan kehadiran dari manual menjadi digital lewat HP, komputer, atau perangkat lain. Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi digital sekolah.
Lewat akun belajar.id, pengguna bisa mengakses Google Classroom, Google Drive, Google Docs, dan Google Meet sesuai hak akses yang tersedia. Akun ini juga mendukung berbagi materi, pemberian tugas, dan kolaborasi daring.
Bagi kepala sekolah, akun tersebut dapat dipakai untuk koordinasi dengan guru, pengelolaan dokumen, serta pengembangan kompetensi. Platform pendidikan tertentu juga memakai akun belajar.id sebagai sarana masuk atau autentikasi.
Priyatin memaparkan sejumlah opsi absensi digital yang bisa dipilih sekolah, masing-masing dengan karakter berbeda.
Priyatin menyebut digitalisasi absensi mempermudah pencatatan kehadiran, mengurangi penggunaan kertas, dan mempercepat rekapitulasi. Kepala sekolah juga lebih mudah memantau kedisiplinan warga sekolah.
Data kehadiran yang tersimpan digital membantu penyusunan laporan secara lebih tertib dan efisien. Pencatatan pun jadi lebih praktis karena tidak lagi bergantung pada lembaran kertas yang bisa hilang atau rusak.
Pemanfaatan teknologi secara optimal diyakini meningkatkan efisiensi kerja, akurasi data, serta kualitas layanan pendidikan. Perkembangan teknologi informasi menuntut sekolah terus beradaptasi, baik dalam pembelajaran maupun pengelolaan administrasi.