PURWOKERTO — Kedelapan murid yang dikirim berasal dari kelas VII dan VIII, terdiri dari putra dan putri. Mereka adalah Muhammad Ilyasa Sakhi (8B), Mayza Ricky A (8A), Dhealova Aura Sahandiya Islami (8A), dan Lynelle Aaleyah Indaryatmo (8B).
Empat murid lainnya adalah Euko Takara Nugroho (7A), Gibran Akmal Arrasyid (7B), Diannisa Rizky Kalisa Putri (7B), serta Naura Krasiva Putri Ispriyadi (7A).
Dalam sesi pertukaran, para murid membahas topik yang dekat dengan keseharian mereka. Salah satunya soal karakter favorit dari film dan karya populer.
Spider-Man, tokoh-tokoh dalam film One Piece, dan karakter Harry Potter muncul sebagai bahan perbincangan. Dari topik ringan itu, obrolan berkembang ke perkenalan program dan kegiatan sekolah masing-masing.
Murid SMP UMP dan pelajar Jepang saling melempar pertanyaan soal budaya dan kebiasaan sehari-hari. Interaksi ini melatih mereka menyampaikan pendapat sekaligus membangun komunikasi lintas negara.
Kepala SMP UMP Zahra Ikhsanda menyebut program ini bagian dari upaya sekolah membentuk murid berwawasan global. Menurut dia, kegiatan tersebut juga bisa meningkatkan kepercayaan diri murid saat berinteraksi di lingkungan internasional.
"Kegiatan Student Exchange antara siswa-siswi SMP UMP dan pelajar dari Jepang diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun persahabatan lintas negara, memperluas wawasan global, serta saling mengenal budaya dan pendidikan masing-masing," ujar Zahra.
Sekolah yang membawa nilai pendidikan Islam ini berharap murid tetap mempertahankan karakter Islami ketika berkomunikasi dengan masyarakat global. Pelajar Jepang pun diharapkan memperoleh pengalaman berharga tentang budaya Indonesia.
Zahra berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pertemuan antarpelajar. Menurut dia, kerja sama bisa berkembang ke program pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan.
"Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan berkembang menjadi kerja sama pendidikan yang berkelanjutan, melahirkan generasi yang saling menghargai, berkarakter mulia, dan siap menjadi warga dunia," katanya.
Bagi warga Purwokerto yang sedang mencari sekolah untuk anak, kegiatan semacam ini bisa menjadi salah satu pertimbangan. Program pertukaran pelajar memberi murid pengalaman belajar di luar rutinitas kelas, sekaligus membuka perspektif mereka terhadap keberagaman budaya dan sistem pendidikan negara lain.