5.000 Santri Kendal Ikuti Jalan Sehat HSN 2026, Bupati Tika Ajak Jaga Kebugaran dan Persatuan

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 13:46:31 WIB
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melepas sekitar 5.000 peserta Jalan Sehat Santri dari Stadion Utama Kebondalem, Kendal.

KENDAL — Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melepas langsung ribuan peserta Jalan Sehat Santri dari Stadion Utama Kebondalem. Peserta menempuh rute sekitar tiga kilometer, melintasi perempatan BNI, arah PDAM, lalu berbelok ke selatan sebelum kembali ke stadion.

Antusiasme peserta melampaui perkiraan panitia. Bupati menyebut jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 5.000 orang, terdiri dari santri pondok pesantren, pelajar sekolah keagamaan, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga di Kendal.

Germas Jadi Dasar Kegiatan, Bukan Sekadar Pawai

Jalan sehat santri dirancang sebagai implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Bupati menegaskan kegiatan ini bukan sekadar rangkaian seremonial peringatan HSN.

"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Alhamdulillah antusiasme peserta begitu tinggi hingga mencapai sekitar 5.000 orang," ungkap Bupati Tika, sapaan akrabnya.

Menurut Bupati, menjaga kebugaran tubuh berjalan seiring dengan penguatan semangat persatuan di kalangan santri. Dua hal itu dinilai saling menopang dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan.

Tema HSN 2026: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

Tema peringatan tahun ini mengandung pesan bahwa santri harus menjadi kekuatan besar dalam menjawab berbagai tantangan bangsa. Bupati Tika menempatkan santri sebagai salah satu pilar pembangunan masa depan.

"Santri harus menjadi kekuatan penting bangsa Indonesia dalam membangun masa depan. Kami berharap semangat peringatan Hari Santri Nasional 2026 membawa dampak positif bagi pembangunan pondok pesantren dan umat Islam, khususnya di Kendal," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan panitia. Ketua Panitia HSN 2026 yang juga Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menilai jalan sehat membuktikan bahwa santri tidak hanya dibekali ilmu agama.

Sehat Jiwa dan Raga, Bekal Santri Jalankan Peran di Masyarakat

Agus menekankan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani bagi santri. Menurutnya, dua aspek itu menentukan seberapa optimal santri menjalankan peran di tengah masyarakat.

"Ini merupakan upaya kita untuk menunjukkan bahwa santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga harus sehat jiwa dan raga agar mampu menjalankan peran secara optimal di tengah masyarakat," katanya.

Rangkaian peringatan HSN 2026 di Kendal tidak berhenti di jalan sehat. Sekda Agus berharap seluruh kegiatan memberi manfaat langsung bagi para santri dan mendorong lahirnya generasi penerus yang unggul di bidang keagamaan maupun bidang lain.

"Harapannya, santri bisa menjadi generasi penerus yang berkontribusi di berbagai bidang dan ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top