Panitia Porprov Jateng Catat 157 Kasus Kesehatan Atlet, 22 Orang Dirujuk ke Rumah Sakit

Penulis: Joko Purnomo  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 11:16:31 WIB
Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, menyampaikan data kasus kesehatan atlet yang masih dinamis.

SEMARANG — Ketua Seksi Kesehatan PB Porprov Jateng, Elhamangto Zuhdan, menyebut data kasus kesehatan itu masih bergerak mengikuti laporan dari lapangan. Pihaknya memilah penanganan menjadi tiga kategori: rawat jalan di pos kesehatan, rujukan ke rumah sakit, dan observasi.

"Kondisi terakhir 157 kasus, untuk rawat jalan di pos kesehatan ada 121 kasus, harus dirujuk 22 kasus, dan observasi di pos kesehatan ada 14 kasus. Data ini masih bersifat dinamis sesuai dengan yang dilaporkan teman-teman di lapangan," kata Zuhdan.

Cedera Paling Banyak Terjadi di Kota Salatiga

Menurut Zuhdan, cedera yang dialami peserta usai bertanding bermacam-macam. Kasus yang paling banyak dirujuk ke rumah sakit berasal dari Kota Salatiga, dengan luka yang cukup serius di bagian wajah.

"Yang dirujuk yang banyak adalah kasus-kasus seperti di Kota Salatiga seperti patah tulang hidung, kemudian ada beberapa pendarahan di bagian muka," ucapnya.

Atlet Catur Terjatuh di Toilet, Bukan karena Pertandingan

Satu kasus di luar dugaan datang dari cabang olahraga catur. Seorang atlet mengalami luka robek di kepala setelah terjatuh saat beraktivitas di toilet, bukan akibat permainan.

"Ada salah satu yang tidak diduga pada cabang olahraga catur. Terjadi luka robek di kepala karena terjatuh saat melakukan aktivitas di toilet. Bukan karena catur," ujarnya.

KONI Jateng Evaluasi SOP Keselamatan Atlet

Sekretaris Umum KONI Jateng, Budi Santoso, menyatakan evaluasi menyeluruh sudah digelar dengan melibatkan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta seluruh tim delegasi dan ketua pengurus provinsi cabang olahraga.

"Semalam adalah evaluasi menyeluruh yang dihadiri Pak Kadispora juga dan seluruh tim delegat dan ketua pengurus provinsi cabang olahraga," kata Budi.

Hasil evaluasi itu akan dipakai memperbaiki standar operasional prosedur (SOP), terutama yang berkaitan dengan keselamatan atlet. Panitia juga berencana menambah jumlah ambulans serta tenaga dokter dan paramedis di lokasi pertandingan.

Penambahan layanan kesehatan itu menyasar titik-titik pertandingan yang dinilai rawan cedera, termasuk cabang olahraga dengan kontak fisik tinggi. Perbaikan SOP diharapkan menekan jumlah kasus rujukan rumah sakit pada gelaran berikutnya.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top