PATI — Kementerian Pekerjaan Umum memastikan seluruh paving trotoar Jalan Sudirman yang retak akan diganti. Kepastian itu disampaikan setelah tim dari Balai Penataan Bangunan Permukiman dan Kawasan Jawa Tengah meninjau langsung hasil pekerjaan di lokasi proyek.
Dwi Angga, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan yang mewakili Kementerian PU, menyatakan pihaknya membuka ruang bagi masyarakat maupun pemerintah daerah untuk melaporkan bagian pekerjaan yang dinilai belum sesuai.
"Kita dari Kementerian PU berkomitmen untuk kualitas pekerjaan sesuai dengan spek yang sudah direncanakan dan sudah dilelangkan dalam kontrak. Kita akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pekerjaan," kata Dwi Angga.
Soal paving yang retak, ia memastikan material cacat mutu akan diganti.
"Untuk yang retak pasti akan diganti. Kalau ada ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan proyek ini, kita terbuka untuk penggantian material paving yang cacat mutu dan terjadi keretakan," ujarnya.
Pemilihan Paving Ditentukan Lewat Dua FGD pada 2025
Dwi Angga menjelaskan, jenis paving yang dipakai bukan keputusan mendadak saat pekerjaan berjalan. Material itu sudah tercantum dalam dokumen perencanaan yang diterima pihak pelaksana.
"Pada saat saya menerima dokumen perencanaan ini memang sudah menggunakan paving. Penentuan paving ini sudah ada beberapa FGD, ada FGD satu dan FGD dua di tahun 2025 dan sudah disetujui oleh berbagai pihak, baik pola dan pemilihan paving itu sendiri," jelasnya.
Ia menegaskan posisinya sebagai PPK Pelaksanaan tidak ikut menentukan desain awal. Pekerjaan dijalankan berdasarkan dokumen perencanaan yang telah diterima.
Bantah Pakai Paving Bekas, Material Lama Disimpan di Gudang Pemkab
Kementerian PU membantah tudingan penggunaan paving bekas dari bongkaran trotoar lama. Dwi Angga memastikan seluruh material yang terpasang merupakan barang baru.
"Kalau bahan lama tidak ada. Ini semuanya baru bahannya," katanya.
Paving lama hasil pembongkaran, lanjut dia, ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati dan dibawa ke gudang milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pati.
Anggaran Rp14,3 Miliar Tak Hanya untuk Trotoar 2,5 Kilometer
Proyek senilai Rp14,3 miliar itu mencakup penataan trotoar sepanjang 2,5 kilometer. Anggaran juga dipakai untuk street furniture, lampu PJU, lampu pedestrian, kanopi, kursi taman, kabel utilitas, hingga segmen TPS 3R.
Untuk akses penyandang disabilitas, elevasi trotoar akan dimaksimalkan terutama di titik perempatan. Penyesuaian dilakukan dengan kondisi bangunan dan utilitas yang sudah ada.
Progres pekerjaan saat ini berada di kisaran 40 persen. Masa pelaksanaan berlangsung sampai 31 Desember 2026 dan belum memasuki tahap pemeliharaan.
Kontraktor Siap Perbaiki Kekurangan
Perwakilan Manajemen PT Sempalan selaku kontraktor, Dimas Ariawan, menyatakan pihak penyedia siap memperbaiki apabila ditemukan kekurangan.
"Kalau ada yang kurang dari kami, siap memperbaiki," ujarnya.
Dimas menyebut material yang dipasang adalah paving Holland warna hitam, merah, dan natural. Material itu lebih dulu diajukan kepada konsultan untuk mendapat persetujuan sebelum dipasang.
Pengerjaan dibagi dalam empat segmen. Selain paving, proyek mencakup street furniture, kanopi, kursi taman, lampu PJU, dan pekerjaan utilitas. Setelah rampung, pekerjaan memiliki masa pemeliharaan selama satu tahun.