SEMARANG — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menilai gelaran Sprin Run 2027 sejalan dengan upaya Pemprov Jateng menekan angka kematian ibu. Ia menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri Grand Launching Sprin Run 2027 di Restoran Alam Indah, Kota Semarang, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang digagas POGI Cabang Semarang ini mengemas olahraga lari sebagai gerakan kepedulian terhadap kesehatan perempuan. Selain mendorong pola hidup sehat, ajang tersebut diarahkan memperluas edukasi pencegahan penyakit dan upaya menekan angka kematian ibu.
Angka Kematian Ibu di Jateng Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Ketua POGI Cabang Semarang Edi Wibowo Ambari menyebut angka kematian ibu di Jawa Tengah pada 2025 masih berada di kisaran 300 kasus. Kondisi itu mendorong POGI memperluas edukasi kesehatan lewat pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Prinsipnya, Sprin itu selamatkan perempuan Indonesia. Kegiatan ini bukan untuk hura-hura, tetapi menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami pentingnya kesehatan perempuan," ujarnya.
Menurut Edi, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan organisasi profesi, namun persoalan tersebut tetap membutuhkan penanganan bersama. Sprin Run 2027 diposisikan sebagai pintu masuk edukasi yang lebih mudah diterima warga.
Vaksinasi Kanker Serviks Jadi Fokus Awal Aksi Amal
Ketua Panitia Sprin Run 2027 Radith Aulia menjelaskan pembeda kegiatan ini dengan ajang lari umumnya terletak pada penekanan aksi amal. Seluruh keuntungan penyelenggaraan direncanakan dialokasikan untuk kegiatan sosial.
Fokus awal aksi amal tersebut berupa pemberian vaksinasi bagi perempuan yang berisiko terkena kanker serviks. Konsep itu sejalan dengan program POGI untuk membantu menurunkan angka kematian ibu sekaligus meningkatkan perhatian terhadap penyakit kandungan lainnya.
"Kami berterima kasih kepada teman-teman POGI yang peduli terhadap perempuan di Jawa Tengah. Permasalahan kesehatan perempuan memiliki tantangan yang tidak ringan, termasuk dalam upaya pemeriksaan dan pencegahan penyakit," kata Sumarno.
Olahraga Dinilai Efektif Bangun Kebiasaan Hidup Sehat
Sumarno menegaskan peningkatan kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan akses pengobatan. Pencegahan lewat edukasi, pemeriksaan kesehatan, konsumsi makanan bergizi, dan penerapan pola hidup sehat dinilai sama penting.
Olahraga dipandang sebagai salah satu cara efektif membangun kebiasaan hidup sehat. Lewat kegiatan lari, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya aktivitas fisik dan menularkan kebiasaan positif itu ke lingkungan sekitar.
"Olahraga itu positif. Akan lebih positif lagi ketika kita bisa berkontribusi dan memberikan manfaat kepada banyak orang," tegasnya.
Pemprov Jateng menyatakan terbuka untuk berkolaborasi dengan POGI mendukung program peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk melalui kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Sprin Run 2027 sendiri menargetkan 2.000 peserta pada pelaksanaan 17 Januari 2027.