JEPARA — Penemuan kasus tuberkulosis di Jawa Tengah telah mencapai 68.617 kasus atau 65,08 persen dari target. Dari jumlah itu, 91,76 persen pasien memulai pengobatan, sementara pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru terealisasi 23,31 persen dari target 326.038 kasus.
Angka tersebut disampaikan dalam Deklarasi Desa Siaga TB di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (13/10/2026). Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam acara itu.
Keberhasilan Pengobatan dan Pekerjaan Rumah yang Tersisa
Tingkat keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat tercatat 84,07 persen. Untuk TB resisten obat, capaiannya 79,54 persen.
Sumarno menilai capaian itu harus diimbangi penguatan langkah pencegahan, terutama bagi warga yang berkontak erat dengan pasien TBC. Penemuan kasus sejak dini, pemeriksaan diagnostik, dan tindak lanjut pengobatan mesti berjalan terintegrasi.
"Penanggulangan TB tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota," kata Sumarno.
Integrasi Skrining lewat Layanan Kesehatan Primer
Pemprov Jateng mendorong integrasi program Active Case Finding (ACF) TB dengan layanan kesehatan primer. Langkah itu untuk menyelaraskan proses skrining, rujukan, pencatatan, hingga pendampingan pasien.
Hingga 12 Oktober 2026, program CKG di Jawa Tengah telah melayani 18,8 juta jiwa. Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemprov Jateng terlaksana 1.857 kali pelayanan dengan jangkauan sekitar 131.500 sasaran.
Dukungan yang Diminta ke Kementerian Kesehatan
Sumarno meminta Kementerian Kesehatan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan memperluas akses pemeriksaan diagnostik. Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi serta inovasi ACF berbasis daerah.
Pemerintah kabupaten/kota diimbau memprioritaskan penanggulangan TB melalui perencanaan anggaran dan koordinasi lintas perangkat daerah. Penguatan dukungan di tingkat desa disebut menjadi bagian penting dari upaya eliminasi TB di Jawa Tengah.