BATANG — Uji coba tersebut menandai satu tahun berjalannya program Mageri Segoro, program unggulan Pemprov Jawa Tengah untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir, memitigasi dampak perubahan iklim, serta memulihkan ekosistem pantai dari ancaman abrasi dan banjir rob. DLHK Jateng menggandeng pelaku dunia usaha dalam kegiatan penanaman di pesisir Batang.
Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah Heru Djatmika menyatakan kolaborasi dengan dunia usaha penting untuk melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman.
"Penanaman tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir, termasuk menghadapi ancaman banjir rob dan perubahan kondisi lingkungan," kata Heru.
Lumpur dalam Karung, Jawaban atas Bibit yang Terendam Rob
Selama satu tahun penanaman berjalan, tantangan di lapangan tidak hilang. Bibit yang ditanam di kawasan pesisir berisiko terendam saat air laut pasang tinggi sehingga peluang hidupnya menurun.
DLHK pun menguji cara tanam berbeda. Lumpur dimasukkan ke dalam karung dan dipakai sebagai media peninggi tanaman.
"Untuk meningkatkan keberhasilan penanaman, saat ini dilakukan uji coba penggunaan media peninggi tanaman berupa lumpur yang dimasukkan ke dalam karung. Metode tersebut bertujuan meningkatkan posisi tanaman agar tidak sepenuhnya terendam saat terjadi banjir rob atau pasang air laut yang tinggi," terang Heru.
Hasil uji coba akan dievaluasi. Dari evaluasi itu, DLHK berharap bisa menentukan metode penanaman yang lebih adaptif terhadap kondisi pesisir sekaligus membantu mangrove bertahan dalam jangka panjang.
17.300 Bibit BPI Terealisasi dari Target 30 Ribu
Dukungan BPI terhadap Mageri Segoro berjalan sejak awal program. Pada 2026, perusahaan berkomitmen menyediakan 30 ribu bibit mangrove.
Hingga kini, sebanyak 17.300 bibit telah direalisasikan dan ditanam untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir.
"Pada 2026, BPI berkomitmen mendukung penyediaan 30 ribu bibit mangrove. Hingga saat ini, sebanyak 17.300 bibit telah direalisasikan dan ditanam untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir," jelas Heru.
Di Desa Denasri Kulon sendiri, total mangrove yang telah ditanam mencapai sekitar 52.300 batang di lahan seluas 6,8 hektare.
Menanam Baru Langkah Awal
Heru menegaskan penanaman bukan akhir dari pekerjaan. Bibit perlu dipelihara dan dipantau terus-menerus agar tumbuh baik dan memberi manfaat lingkungan dalam jangka panjang.
Mangrove berperan sebagai habitat berbagai biota, membantu mengurangi potensi dampak banjir rob, serta menyerap dan menyimpan karbon.
"Mageri Segoro merupakan salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Pelestarian mangrove membutuhkan komitmen dan kerja sama yang berkelanjutan. Melalui program Mageri Segoro, kami mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir," tegasnya.