SEMARANG — Kekeringan yang melanda Kelurahan Jabungan sejak Juli membuat warga di RW 3, RW 4, dan RW 5 kehilangan sumber air utama. Sumur warga mengering merata, terutama di RW 3, sehingga air sungai menjadi tumpuan untuk mandi dan kebutuhan sanitasi.
Lurah Jabungan, Muchammad Chasani, mengatakan hujan yang tak kunjung turun memperparah kondisi. Dampaknya terlihat dari cepatnya pasokan bantuan air bersih terserap warga.
Bantuan Satu Tangki Habis dalam Sehari
Chasani menuturkan, satu tangki air sebelumnya cukup memenuhi kebutuhan warga selama dua sampai tiga hari. Kini jumlah yang sama ludes dalam hitungan jam.
"Dulu itu untuk dropping air, satu tangki bisa untuk dua sampai tiga hari. Sekarang, kemarin saya dapat laporan, dropping satu tangki itu sehari selesai. Artinya, sudah diambil warga semua," jelas Chasani.
Perkiraan sementara menyebut sekitar 1.000 KK terdampak. Chasani menyatakan angka itu masih perlu dipastikan lewat pendataan warga di wilayah terdampak.
Warga Beli Air Galon untuk Minum dan Masak
Supriyanto, warga RT 1 RW 4, mengungkap air sungai hanya dipakai untuk mandi dan buang air. Untuk minum dan memasak, warga membeli air galon atau menunggu distribusi bantuan datang.
"Minum, masak. Kami siapkan galon-galon untuk persiapan berhari-hari, saat bantuan datang lagi. Kalau air habis, kami telepon Pak Lurah," katanya saat ditemui pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Beban pengeluaran makin terasa karena sebagian warga bekerja sebagai pekerja proyek. Belanja air galon pun dihitung ulang agar tidak menguras penghasilan harian.
"Untuk beli air galon saja rasanya eman-eman," ujar Supriyanto.
Empat Tangki Air Disalurkan, Salah Satunya dari PDAM
Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kota Semarang, Ahmad Reza Fahruddin, menyebut pihaknya menyalurkan empat tangki air bersih ke Jabungan. Sebagian bantuan itu berasal dari PDAM Kota Semarang.
"Alhamdulillah kita dapat menyalurkan air bersih, terutama di daerah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang," kata Reza.
Reza menyampaikan terima kasih kepada PDAM dan Pemerintah Kota Semarang yang mendukung penyaluran bantuan. Ia berharap bantuan lanjutan tetap mengalir selama kekeringan berlangsung.
PAMSIMAS Disiapkan, Perluasan PDAM Jadi Harapan Utama
Pemerintah Kota Semarang merencanakan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) bagi wilayah yang belum terjangkau PDAM. Chasani mengaku telah menerima instruksi Wali Kota Semarang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola program itu.
"Kalau memungkinkan, ya proyeknya bisa tahun ini, tapi ini kan juga sudah akhir tahun," katanya.
Meski begitu, Chasani menegaskan perluasan jaringan PDAM tetap menjadi harapan utama warga. Saat ini RW 5 belum mendapatkan jaringan tersebut.
"Harapan kami segera ada perluasan jaringan PDAM. Dengan perluasan jaringan PDAM, warga bisa mendapatkan air bersih secara merata sehingga kekeringan ini dapat teratasi," tegasnya.
Supriyanto menambahkan, warga tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat. Mereka menuntut akses air bersih yang lebih pasti agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.
"Harapannya ada bantuan air dari artesis atau PDAM sampai ke warga," tegasnya.