JEPARA — Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Jepara digelar estafet sejak 14 Oktober hingga 12 November 2026, dengan karnaval sebagai puncak acara. Ketua Panitia Hari Santri 2026, Akhsan Muhyiddin, menyatakan bahwa keterlibatan peserta dari berbagai lintas iman dan ormas menjadi bukti toleransi yang hidup di Jepara.
Siapa Saja yang Turun ke Jalan
Barisan karnaval akan diisi penganut agama Hindu, Buddha, Kristen, hingga Konghucu (Tri Dharma) yang berjalan bersama ormas seperti Kokam Muhammadiyah. Pelajar sekolah umum dan madrasah juga masuk dalam barisan peserta. Titik mula karnaval berada di depan Pendopo Kabupaten Jepara sebelum bergerak melintasi jalan protokol.
"Hadir juga Kokam Muhammadiyah dan ormas lainnya. Ini bukti jika toleransi benar-benar mengakar dan hidup di Jepara. Ini juga aset penting yang harus dijaga untuk pembangunan Jepara Mulus," jelas Akhsan, Senin (19/10/2026).
Rangkaian Kegiatan Sebulan Penuh
Panitia menyiapkan agenda keagamaan, sosial, dan ekonomi yang berjalan bergantian selama hampir sebulan. Beberapa di antaranya aksi bersih tempat ibadah, Bakti Dokter Indonesia oleh IDI Jepara, serta perlombaan santri seperti khitobah, muratal, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), lomba vlog, dan penulisan esai.
- Bahtsul masail dan lomba mewarnai tingkat TK/RA
- Khatmilquran, sanadan, dan doa lintas agama
- Bazar UMKM pada 21–22 Oktober untuk memberdayakan ekonomi warga setempat
Puncak peringatan pada 22 Oktober diawali dengan Apel HSN dan pendistribusian zakat produktif dari Baznas, lalu ditutup dengan karnaval.
Mengapa Pelajar Jadi Sasaran Utama
Perwakilan Pemkab Jepara dalam kepanitiaan HSN, Ratib Zaini, menilai pelibatan pelajar sekolah dan madrasah krusial untuk mengenalkan nilai perjuangan dan nasionalisme. Menurutnya, generasi muda perlu asupan teladan di tengah derasnya arus informasi.
"Pelajar dan generasi muda Jepara perlu disentuh dengan nilai-nilai positif dalam HSN. Terlebih di era disrupsi media yang ditandai dengan melimpahnya informasi, mereka perlu mendapat asupan teladan dari kiprah kiai dan santri yang juga berperan penting dalam sejarah bangsa Indonesia," tutur Ratib yang juga menjabat Kepala Disdikpora Jepara tersebut.
Bazar UMKM hingga Zakat Produktif
Bazar UMKM pada 21–22 Oktober digelar berdampingan dengan agenda keagamaan, memberi ruang bagi pelaku usaha kecil di Jepara untuk menjangkau pengunjung karnaval. Pendistribusian zakat produktif dari Baznas pada hari puncak menyasar warga penerima manfaat di kabupaten tersebut.
Panitia menargetkan seluruh rangkaian berjalan sesuai jadwal hingga penutupan 12 November 2026, dengan karnaval 22 Oktober sebagai titik paling ramai.