BATANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalin kemitraan strategis dengan Jamiyyah Thariqah Mu’tabarah Ahlussunnah Wal Jama’ah (Jatma Aswaja) untuk memperkuat ketahanan moral sekaligus memacu ekonomi agraris. Sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lahan pertanian di berbagai daerah melalui basis komunitas.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam setiap garis perjuangan organisasi yang didirikan oleh Habib Luthfi bin Yahya tersebut. Menurutnya, Jatma Aswaja memiliki peran vital sebagai benteng moral negara di tengah tantangan zaman.
"Sehingga kami di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memohon kalau acara-acara Jatma diikutsertakan," ujar Taj Yasin saat menghadiri pelantikan pengurus Jatma Aswaja se-Jawa dan DIY di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Kandeman, Batang, Minggu (3/5/2026).
Fokus utama kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penguatan spiritual, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi riil. Jatma Aswaja tengah mematangkan program pemberdayaan dengan target pengelolaan ribuan hektare lahan untuk komoditas strategis seperti jagung dan tebu.
Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja, Hilmi Yahya Zaini, menjelaskan bahwa inisiatif ini akan dieksekusi melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pihaknya akan menyesuaikan jenis tanaman dengan karakteristik tanah di setiap wilayah.
“Tahun ini kita mulai dengan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Kita lihat potensi daerah, kalau cocok jagung kita dorong jagung, kalau padi ya padi,” jelas Hilmi di lokasi acara.
Selain sektor ekonomi, Jatma Aswaja memperkuat struktur organisasinya dengan membentuk satuan Badan Pembela Tanah Air (Bapeta). Langkah ini diambil untuk menjaga muruah kepemimpinan ulama sekaligus memperkokoh ketahanan sosial di tingkat akar rumput.
Hingga Mei 2026, organisasi ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan memiliki 900 cabang yang tersebar di sembilan provinsi, meliputi Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Ekspansi masif ini menjadi modal sosial besar dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah.
Ketua Umum (Rois Am) Pengurus Besar Jatma Aswaja, Habib Luthfi bin Yahya, menyambut hangat kehadiran Taj Yasin yang merupakan putra ulama kharismatik mendiang KH Maimoen Zubair. Habib Luthfi berpesan agar seluruh jamaah tetap menjaga tutur kata dan mendukung jajaran pemerintah daerah melalui doa serta aksi nyata.