Pemerintah memberikan tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan 2025 kepada Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, di Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan transformasi sistem distribusi energi dan penguatan integritas aset di lingkungan anak usaha Pertamina tersebut. Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional hingga ke wilayah pelosok.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyerahkan langsung penghargaan tersebut atas nama Presiden Republik Indonesia di Gedung Chairul Saleh, Kementerian ESDM. Apresiasi ini diberikan kepada individu yang dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan negara, khususnya dalam menjaga stabilitas sektor energi strategis.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas rekam jejak Hari Purnomo yang dinilai konsisten menghadirkan inovasi operasional. Fokus utamanya terletak pada penguatan distribusi energi nasional yang lebih efisien dan aman, sebuah komponen vital dalam rantai pasok energi di Indonesia yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.
Transformasi Distribusi dan Integritas Aset
Salah satu poin krusial yang membawa Hari meraih Satyalancana Pembangunan adalah keberhasilannya saat menjabat sebagai Vice President Supply & Distribution PT Pertamina Patra Niaga. Pada periode tersebut, ia menginisiasi penguatan integritas aset perusahaan melalui pendekatan yang tidak biasa, yakni melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional secara aktif.
Langkah ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan strategi operasional untuk memastikan keandalan infrastruktur distribusi BBM. Dengan memberdayakan warga lokal sebagai garda pendukung keamanan aset, perusahaan mampu menekan risiko gangguan operasional sekaligus menciptakan ekosistem distribusi yang lebih stabil di lapangan.
Inovasi ini dinilai memberikan dampak ganda. Di satu sisi, Pertamina Patra Niaga berhasil mengamankan jalur distribusi energi nasional dari potensi kendala teknis maupun non-teknis. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat menciptakan nilai ekonomi baru bagi warga di sekitar area instalasi dan jalur pipa distribusi.
Komitmen Ketahanan Energi Nasional
Satyalancana Pembangunan sendiri merupakan tanda kehormatan tingkat tinggi bagi putra-putri bangsa yang berjasa dalam pembangunan sektor-sektor krusial. Bagi Pertamina Patra Niaga, penghargaan ini mempertegas posisi perusahaan dalam mendukung target pemerintah terkait kemandirian energi dan pemerataan akses bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.
Hari Purnomo menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim di lapangan. Menurutnya, tantangan distribusi energi ke depan akan semakin besar, terutama dalam memastikan efisiensi di tengah fluktuasi kondisi global dan kebutuhan domestik yang terus meningkat.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi juga untuk seluruh Perwira Pertamina Patra Niaga yang selama ini bekerja bersama memastikan energi dapat tersalurkan ke seluruh pelosok negeri. Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi dan pengabdian terbaik dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” ujar Hari dalam keterangan resminya.
Capaian ini diharapkan menjadi pemantik bagi internal Pertamina untuk terus melakukan digitalisasi dan modernisasi infrastruktur hilir migas. Dengan sistem distribusi yang semakin tangguh, diharapkan disparitas akses energi di wilayah terpencil dapat terus ditekan, sejalan dengan mandat penyaluran energi berkeadilan yang diemban perusahaan.