Pencarian

Batu Rijang Pengasuh Ponpes Al Hasani Jadi Favorit Bupati Kebumen

Jumat, 08 Mei 2026 • 23:05:01 WIB
Batu Rijang Pengasuh Ponpes Al Hasani Jadi Favorit Bupati Kebumen
Batu suiseki "Red Island" milik Gus H. Harry Al Hasani meraih penghargaan favorit Bupati Kebumen dalam pameran Geo Suiseki 2026.

KEBUMEN — Sebuah batu suiseki rijang bertajuk "Red Island" milik Gus H. Harry Al Hasani dari Pondok Pesantren Al Hasani sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam pameran nasional Geo Suiseki Samudra Purba – Piala Bupati Kebumen 2026. Karya tersebut terpilih sebagai Best Favorite Pilihan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, dalam acara yang berlangsung di SMK TKM Pertambangan Kebumen, 3–10 Mei 2026.

Keterlibatan kalangan pesantren dalam kontes seni batu alam berskala nasional ini memberikan warna baru pada kompetisi. Selama ini, hobi mengoleksi batu suiseki identik dengan kolektor profesional, namun kehadiran Gus Harry membuktikan bahwa nilai filosofis batu alam sejalan dengan refleksi spiritual di lingkungan religius.

"Red Island": Filosofi Waktu dalam Bongkahan Batu Rijang

Batu "Red Island" memiliki karakter visual yang kuat dengan nuansa alam pesisir selatan. Tekstur alaminya membangkitkan imajinasi tentang bentang pulau merah di tengah samudra purba, sebuah representasi geologi yang sesuai dengan tema besar pameran tahun ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani sekaligus Ketua Pagar Nusa Cabang Kebumen, Gus H. Asyhary Muhammad Alhasani, menyebut keikutsertaan mereka adalah bagian dari proses belajar mengenai kekayaan alam. Baginya, suiseki merupakan media untuk memahami kebesaran penciptaan melalui elemen air dan angin tanpa campur tangan manusia.

“Di dalam batu itu ada perjalanan waktu, ada proses alam, ada pelajaran tentang kesabaran dan keindahan yang terbentuk secara alami,” ujar Gus Harry setelah menerima penghargaan.

Kebumen Perkuat Identitas UNESCO Global Geopark

Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, secara resmi membuka pameran ini pada Jumat (8/5/2026). Dalam arahannya, Lilis menegaskan bahwa ajang Geo Suiseki bukan sekadar kontes kecantikan batu, melainkan instrumen edukasi geologi dan konservasi alam yang mendukung status Kebumen sebagai UNESCO Global Geopark.

“Geo suiseki menghadirkan keindahan alam dalam bentuk sederhana namun sarat cerita proses bumi selama jutaan tahun. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam konservasi dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui Geopark Kebumen,” kata Lilis.

Sebanyak 351 batu suiseki dari berbagai kategori dipamerkan, mulai dari mountain landscape, symbolic, river stone landscape, hingga kategori unik. Seluruh karya dinilai berdasarkan keaslian bentuk, nilai artistik, dan keseimbangan komposisi alami tanpa proses pemahatan.

Edukasi Geologi Lewat Tur Situs Karangsambung dan Luk Ulo

Ketua panitia, Triyogo Hadi, menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada gelaran perdana tingkat nasional ini melampaui target. Selain pameran, panitia menyelenggarakan geology tour bagi para peserta untuk mengunjungi situs-situs geologi penting di Kebumen.

Lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan BRIN Karangsambung, Sungai Luk Ulo, hingga situs Lava Bantal Watukelir. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai laboratorium geologi alam terbesar di Asia Tenggara karena menyimpan rekaman sejarah bumi jutaan tahun silam.

Selain penghargaan favorit bupati, dewan juri menetapkan sejumlah pemenang utama. Penghargaan Best in Show kategori Mountain Landscape diraih oleh Bun Long asal Kebumen melalui karya "Bukit Nusantara", sementara kategori Mountain Symbolic dimenangkan oleh Christine asal Bekasi dengan karya "The Great Teacher of Consciousness".

Bagikan
Sumber: kebumen24.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks