SEMARANG — Temuan survei lapangan menunjukkan penurunan permukaan jalan di Kalibanteng Kulon terjadi akibat erosi dan ketidakstabilan struktur tanggul sungai. Kondisi ini membutuhkan perbaikan menyeluruh, bukan hanya tambal sulam di permukaan jalan.
Talud Sungai Jadi Akar Masalah
Murni Ediati menjelaskan bahwa hasil survei lapangan menunjukkan penurunan jalan tersebut dipicu oleh kondisi talud Sungai. Tim Disperkim melakukan pendataan detail untuk merumuskan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Koordinasi Lintas Dinas Diperkuat
Untuk mempercepat penanganan, Pemkot Semarang melibatkan beberapa instansi terkait. Koordinasi meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta pihak yang mengelola sungai setempat. Pendekatan lintas kewenangan ini dimaksudkan agar perbaikan jalan tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga memperbaiki akar masalah di talud.
Prioritas Penanganan Warga
Jalan amblas menjadi perhatian serius mengingat wilayah Kalibanteng Kulon termasuk area padat penduduk dengan mobilitas lalu lintas yang cukup tinggi. Perbaikan jalan ini termasuk dalam prioritas pemeliharaan infrastruktur pemkot untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran akses warga.