BATANG — Tim kampanye lingkungan Sungai Watch resmi memasuki wilayah Kabupaten Batang setelah menempuh perjalanan panjang dari arah barat. Gary Bencheghib, aktivis lingkungan yang memimpin rombongan, tiba di titik peristirahatan Gringsing sekitar pukul 20.00 WIB untuk melanjutkan pemetaan polusi plastik.
Aksi lari maraton ini bukan sekadar mengejar jarak tempuh. Gary dan tim berhenti di setiap jembatan serta muara sungai yang mereka lalui untuk mendokumentasikan kondisi perairan secara langsung. Data tersebut nantinya digunakan untuk menentukan titik pemasangan jaring sampah (trash barriers) yang menjadi ciri khas gerakan Sungai Watch.
Kabupaten Batang menjadi salah satu wilayah krusial dalam peta perjalanan mereka di Jawa Tengah. Karakteristik wilayah yang memiliki banyak aliran sungai menuju Laut Jawa menjadikan pengawasan di area ini sangat penting. Tim fokus memantau bagaimana limbah domestik dan plastik tertahan di pintu-pintu air atau tersangkut di vegetasi pinggir sungai.
Sambil mengenakan perlengkapan lari lengkap, Gary membawa perangkat dokumentasi untuk mencatat koordinat GPS setiap kali menemukan tumpukan sampah ilegal. Metode ini memungkinkan tim untuk melihat pola pembuangan sampah di sepanjang jalur Pantura yang sering kali luput dari pengawasan rutin. Gringsing, sebagai gerbang timur Batang, menjadi titik evaluasi sebelum tim bergerak menuju arah Semarang.
Perjalanan ini merupakan bagian dari komitmen Sungai Watch untuk membersihkan sungai-sungai di Indonesia dari polusi plastik sekali pakai. Aktivitas mereka di Batang diharapkan mampu memicu kesadaran warga lokal dan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di tingkat desa.
Setelah beristirahat di Gringsing, tim dijadwalkan melanjutkan lari menuju wilayah Kendal dan Semarang pada esok hari. Fokus utama tetap pada identifikasi sungai-sungai yang memiliki beban polusi tertinggi guna mendapatkan penanganan segera melalui pemasangan infrastruktur penghalang sampah.