KEBUMEN — Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat tata kelola Kebumen UNESCO Global Geopark melalui forum ilmiah internasional. Kegiatan bertajuk Symposium Summer School Geoconservation of Kebumen ini berlangsung di Auditorium Luk Ulo Kampus Geologi Karangsambung, Kamis (7/5/2026).
Forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk merumuskan strategi pengelolaan geokonservasi yang berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan kekayaan geologi Karangsambung ke level global.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Profesor Irwan Trinugroho, menjelaskan bahwa simposium ini tidak berhenti pada diskusi teori. Para peserta dan akademisi dijadwalkan menyusun policy brief serta kajian ilmiah sebagai rekomendasi bagi pemerintah daerah.
"Program ini dirancang sebagai platform akademik internasional yang mengintegrasikan keunggulan ilmiah, pembelajaran berbasis lapangan, dan prinsip pembangunan berkelanjutan," ujar Irwan di Karangsambung.
Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi panduan bagi Pemkab Kebumen dalam mengembangkan potensi geopark tanpa merusak ekosistem yang ada. Rekomendasi ini mencakup aspek perlindungan situs geologi hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Karangsambung dan karst Ayah.
Simposium ini melibatkan delegasi mancanegara, mulai dari Universitas Ehime Jepang, Universitas Kebangsaan Malaysia, hingga Universitas Putra Malaysia. Peserta yang hadir tercatat berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Pakistan, dan Aljazair.
Kehadiran pakar internasional seperti Profesor Hiroki Kasamatsu dari Jepang dan Doktor Nur Hafizah Binti Yusoff dari Malaysia memberikan perspektif global mengenai standar geokonservasi. Kolaborasi ini didukung oleh Program School Equity–World Class University untuk memperkenalkan potensi alam Kebumen kepada dunia.
Selain diskusi di ruang pertemuan, rangkaian kegiatan mencakup kunjungan lapangan ke sejumlah destinasi wisata unggulan. Hal ini bertujuan agar para peneliti dapat melihat langsung kondisi geologi dan interaksi sosial masyarakat lokal di kawasan geopark.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark merupakan amanah yang harus memberikan manfaat nyata bagi warga. Ia meminta pengelolaan kawasan dilakukan secara serius dengan arah kebijakan yang jelas untuk kepentingan publik.
"Kawasan Karangsambung, pantai karst di Ayah, dan bentang alam lainnya kini menjadi bagian dari Kebumen UNESCO Global Geopark. Ini merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola dengan arah yang jelas untuk kepentingan masyarakat," kata Lilis.
Melalui pendampingan masyarakat lokal dan community visit, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga warisan geologi. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga menjadi target jangka panjang dari pelaksanaan agenda internasional tersebut.