SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga resmi menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sebagai mitra strategis dalam merancang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) untuk periode 2025–2045. Langkah ini diambil untuk memperkuat landasan akademis dalam setiap kebijakan ekonomi yang akan diterapkan di wilayah tersebut.
Keterlibatan institusi pendidikan tinggi dalam perencanaan pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih terstruktur. RUPM tersebut nantinya akan berfungsi sebagai peta jalan atau kompas bagi para investor dalam menanamkan modal di Kota Salatiga hingga dua puluh tahun mendatang.
Sebagai mitra strategis, UIN Salatiga berkontribusi dalam menyediakan analisis mendalam mengenai potensi ekonomi dan sosial. Tim akademisi dilibatkan untuk memetakan sektor-sektor unggulan yang mampu bersaing, sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan yang selaras dengan karakteristik masyarakat lokal.
Penyusunan dokumen ini tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi semata. Melalui kajian riset dari kampus, Pemkot Salatiga berupaya menyinkronkan target investasi dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan perlindungan terhadap kearifan lokal yang ada di Kota Salatiga.
Dokumen RUPM 2025–2045 akan memuat sejumlah poin krusial yang menjadi acuan bagi calon penanam modal. Fokus utama diarahkan pada penciptaan ekosistem usaha yang transparan dan efisien, sehingga mampu menarik minat investor skala nasional maupun internasional.
Kolaborasi ini menegaskan kembali peran penting perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan adanya masukan dari para pakar, kebijakan yang dihasilkan diharapkan lebih aplikatif dan mampu menjawab tantangan ekonomi global yang dinamis.
Pemkot Salatiga meyakini bahwa sinergi dengan UIN Salatiga akan menghasilkan dokumen perencanaan yang kredibel. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan realisasi investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan warga di seluruh wilayah Salatiga.