SOLO — Sejumlah siswa di SMPN 5 Solo mengembangkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat penjernih air yang dinamakan Filtrasi Biner. Perangkat ini dirancang khusus untuk mengatasi persoalan air keruh agar layak digunakan kembali untuk kebutuhan harian.
Teknologi tersebut mengintegrasikan sistem penyaringan fisik dengan kontrol berbasis Internet of Things (IoT). Melalui sistem ini, kualitas air dapat dipantau secara langsung dan proses filtrasi berjalan lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Proyek kreatif ini lahir dari tangan tiga pelajar kelas VIII, yakni Keren Yosa Afianto, Langen Altafunnisa, dan Naifa Selma Az-Zahra. Mereka melakukan serangkaian uji coba hingga menemukan formula filtrasi yang mampu menjernihkan air dalam waktu singkat.
Temuan ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi digital sudah mulai diterapkan siswa tingkat menengah untuk menjawab tantangan lingkungan. Karya mereka tidak sekadar purwarupa, namun diproyeksikan untuk penggunaan yang lebih luas di area sekolah.
Mekanisme Filtrasi Biner bekerja dengan menyaring partikel kotoran melalui beberapa lapisan material khusus. Penggunaan sensor IoT memungkinkan pengguna memantau kondisi kejernihan air melalui perangkat digital secara real-time.
Integrasi teknologi IoT menjadi pembeda utama dengan alat penjernih air biasa. Sensor yang tertanam memberikan data akurat mengenai tingkat kekeruhan sebelum dan sesudah melewati proses penyaringan.
Inovasi dari siswa SMPN 5 Solo ini diharapkan menginspirasi sekolah lain di Jawa Tengah untuk terus mengeksplorasi potensi teknologi digital. Pengembangan alat tersebut juga menjadi bagian dari penguatan literasi sains di lingkungan pendidikan Kota Solo.