Xiaomi Rekrut Insinyur Porsche dan BMW demi Standar Mobil Listrik Eropa

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 00:47:01 WIB
Xiaomi merekrut insinyur Porsche dan BMW untuk mengembangkan mobil listrik sesuai standar Eropa.

Xiaomi resmi memperkuat ambisi otomotifnya dengan merekrut tim insinyur kelas dunia dari pabrikan ternama seperti Porsche, BMW, hingga Lamborghini. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan kendaraan listrik buatan mereka memenuhi selera estetika dan standar teknis konsumen di pasar Eropa.

Membangun merek otomotif dari nol merupakan pertaruhan finansial yang sangat berisiko. Sejarah mencatat banyak proyek ambisius seperti Dyson, Fisker, hingga Apple yang gagal meluncurkan produk ke pasar meski telah mengucurkan dana besar. Xiaomi menyadari tantangan ini dan memilih jalur cepat dengan mengumpulkan talenta terbaik dari industri otomotif konvensional Eropa.

Tim All-Stars dari Pabrikan Mewah Jerman

Xiaomi telah membentuk tim riset dan pengembangan yang diisi oleh tokoh-tokoh kunci di balik mobil-mobil ikonik. Jean-Arthur Madelaine, yang pernah memimpin desain interior di Citroën dan Polestar, kini mengepalai tim desain Xiaomi di pabrik Jerman. Ia juga dikenal lewat kontribusinya pada Mercedes-Benz Vision GT Concept.

Selain Madelaine, terdapat nama-nama besar lainnya yang mengisi posisi strategis di Xiaomi:

  • Fabian Schmölz-Obermeier: Mantan desainer eksterior Porsche dan Lamborghini yang bertanggung jawab atas tampilan luar model Temerario.
  • Julien Cueff: Spesialis desain interior yang memiliki rekam jejak di Mercedes, Nio, hingga Lotus.
  • Simon Schmitt: Insinyur spesialis aerodinamika yang berasal dari tim balap BMW.
  • Kai Langer: Veteran BMW selama 22 tahun yang sebelumnya menjabat sebagai direktur desain untuk lini kendaraan listrik pabrikan Bavaria tersebut.

Adaptasi Teknis untuk Karakter Jalanan Eropa

Rekrutmen besar-besaran ini bukan sekadar mengejar aspek visual, melainkan untuk menyesuaikan dinamika kendaraan dengan kondisi infrastruktur di luar China. Xiaomi memahami bahwa pengemudi di Eropa memiliki preferensi berbeda, terutama terkait sistem suspensi yang lebih kaku dan pengendalian yang lebih presisi.

Kebutuhan ini muncul setelah beberapa pabrikan China lain menyadari bahwa fitur bantuan berkendara mereka belum optimal untuk jalur jalanan Eropa yang lebih sempit. Xiaomi mengikuti jejak merek seperti BYD dan Xpeng yang mulai membuka pusat riset di benua tersebut guna melakukan kalibrasi ulang pada sistem kemudi dan dinamika kendaraan mereka.

Pembalikan Arus Teknologi Otomotif

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam industri global. Pada awal tahun 2000-an, perusahaan Eropa masuk ke China melalui skema kerja sama untuk mentransfer ilmu kepada produsen lokal. Kini, situasinya berbalik karena produsen China mulai menyerap talenta terbaik Eropa untuk memperkuat dominasi mereka.

Kualitas kendaraan listrik asal China kini bahkan diakui oleh para pemimpin industri Barat. CEO Ford dilaporkan sempat membawa pulang mobil Xiaomi setelah kunjungannya ke China dan merasa sangat terkesan dengan kualitas produk tersebut. Langkah Xiaomi merekrut para insinyur Porsche dan BMW ini menjadi sinyal kuat bahwa mereka tidak ingin hanya menjadi pemain lokal, tetapi kompetitor serius di segmen premium global.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: xataka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top