Dekranasda Jateng Pacu UMKM Go Global Lewat KUR Rp34,73 Triliun

Penulis: Gunawan Susilo  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:27:23 WIB
Ketua Dekranasda Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, membuka UMKM Grande 2026 di Semarang.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi dan akses pembiayaan masif bagi pelaku usaha kecil. Sepanjang Januari hingga awal Oktober 2025, tercatat sebanyak 667.067 debitur di Jawa Tengah telah melakukan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan nilai mencapai Rp34,73 triliun.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa penguatan ekosistem dari hulu ke hilir menjadi kunci agar produk lokal tidak hanya jago kandang. Ia optimistis UMKM Jateng mampu tumbuh lebih tangguh dan bersaing di pasar global.

“Dekranasda beserta dengan BI berkomitmen untuk bagaimana membuat UMKM di Jawa Tengah bisa tumbuh, tangguh, dan mendunia,” ungkap Nawal seusai menghadiri pembukaan UMKM Grande 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (8/5/2026).

Naruna Ceramic dan Roro Kenes Jadi Bukti Produk Lokal Mendunia

Nawal menyebutkan sejumlah jenama lokal Jawa Tengah telah membuktikan kualitasnya di pasar internasional. Salah satunya adalah Naruna Ceramic asal Kota Salatiga yang sukses mengekspor produk keramiknya ke 18 negara. Selain itu, produk tas anyaman kulit Roro Kenes dari Semarang juga terus diminati wisatawan mancanegara.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak lepas dari proses kurasi ketat yang dilakukan bersama Bank Indonesia. Proses ini memastikan setiap produk yang dipasarkan memenuhi standar kualitas internasional sebelum diberikan akses permodalan.

“Kita adakan kurasi, kurasi ini kita selalu bersama dengan Bank Indonesia. Setelah kurasi ini kita kemudian berikan akses untuk permodalan,” beber istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen tersebut.

Bagaimana Realisasi KUR dan Pendampingan UMKM di Jawa Tengah?

Dukungan finansial menjadi pilar utama dalam transformasi UMKM di wilayah ini. Berdasarkan data yang dihimpun, total penyaluran KUR di Jawa Tengah selama periode 2015 hingga 2025 telah menyentuh angka Rp361,36 triliun yang terserap oleh 10,31 juta debitur.

Selain permodalan, perluasan akses pasar dilakukan melalui penyelenggaraan temu bisnis (business matching) antara pelaku usaha dengan pembeli dari luar negeri. Dalam ajang UMKM Grande 2026, sebanyak 90 UMKM pilihan dilibatkan dalam pameran, parade busana, hingga diskusi panel untuk meningkatkan daya saing.

“Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang buyer dari luar negeri, untuk business matching di acara UMKM Grande. Jadi buat saya, dari dari hulu ke hilir ini terus kita perkuat di ekosistemnya dengan baik,” ucap Nawal.

Fokus Pengembangan Sektor Wastra dan Kolaborasi Stakeholder

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jateng, Andi Reinasari, menyatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada pengembangan sektor wastra. Batik dan tenun dinilai sebagai kekuatan identitas Jawa Tengah yang memiliki daya tarik tinggi bagi pasar ekspor.

“Kami bersama Dekranasda terus bekerja sama untuk upaya mengembangkan UMKM, khususnya di bidang wastra. Memang karena kita memiliki daya tarik, khususnya batik, tenun. Jadi ini yang sedang kita angkat,” ungkap Andi.

Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi di Jawa Tengah. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memicu semangat kompetisi yang sehat bagi para pelaku usaha binaan.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top