RMK Energy Raup Pendapatan Rp815,6 Miliar, Melonjak Dua Kali Lipat

Penulis: Gunawan Susilo  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:15:06 WIB
Pendapatan PT RMK Energy Tbk melonjak dua kali lipat menjadi Rp815,6 miliar pada kuartal I 2026.

PT RMK Energy Tbk (RMKE) membukukan lonjakan pendapatan hingga dua kali lipat menjadi Rp815,6 miliar pada kuartal I 2026. Capaian ini didorong oleh optimalisasi jalur pengangkutan (hauling road) milik Grup yang kini menjadi infrastruktur vital bagi logistik batu bara nasional.

Kinerja moncer emiten penyedia jasa logistik batu bara ini tidak lepas dari perubahan peta regulasi di daerah. Sejak berlakunya larangan penggunaan jalan umum untuk angkutan batu bara per 1 Januari 2026, aset infrastruktur RMKE bertransformasi menjadi jalur urat nadi yang strategis bagi para produsen emas hitam.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan yang signifikan pada tiga bulan pertama tahun ini merupakan hasil nyata dari strategi integrasi hulu-hilir. Perusahaan berhasil mengonsolidasi rantai pasok dari tambang hingga ke pelabuhan secara efisien.

“Sebagian besar pertumbuhan segmen penjualan berasal dari pembeli strategis global. Dengan infrastruktur yang semakin lengkap, kami optimistis dapat terus meningkatkan volume trading dan mengoptimalkan margin saat harga pasar mendukung,” ujar Vincent dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).

Jalur Hauling Jadi Primadona Baru

Segmen jasa pengangkutan melalui hauling road mencatatkan pertumbuhan paling agresif. Volume angkutan di jalur ini melesat 5,4 kali lipat menjadi 470,2 ribu ton, jauh melampaui capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 86,4 ribu ton.

Direktur Keuangan RMKE, Edwin, menyebutkan bahwa jalur pengangkutan ini menjadi kontributor utama yang menjaga stabilitas kinerja perusahaan di tengah periode low season. Keberadaan jalan khusus ini meminimalisir hambatan logistik yang biasanya dialami perusahaan tambang saat awal tahun.

“Dengan berlakunya larangan penggunaan jalan umum, hauling road kami kini menjadi aset strategis. Kami yakin dengan pondasi yang kuat dan cuaca yang mulai membaik, RMKE berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan target tahun ini,” jelas Edwin.

Volume Penjualan Batu Bara Melesat 3,8 Kali Lipat

Selain segmen jasa, lini bisnis penjualan batu bara juga menunjukkan performa impresif. RMKE mencatatkan volume penjualan mencapai 1,0 juta ton hingga Maret 2026. Angka ini meningkat 3,8 kali lipat secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan volume tersebut kian manis berkat kenaikan rata-rata harga jual batu bara (ASP) sebesar 5,6 persen menjadi Rp611.396 per ton. Perusahaan mampu memanfaatkan momentum kenaikan harga pasar dengan mengandalkan fleksibilitas infrastruktur logistik yang mereka kuasai sendiri.

Meski demikian, tantangan cuaca ekstrem dan kendala administrasi RKAB di awal tahun sempat menekan volume muatan tongkang yang turun 14,4 persen menjadi 1,7 juta ton. Namun, defisit pada segmen tersebut berhasil tertutup sepenuhnya oleh pendapatan dari segmen hauling road yang tumbuh eksponensial.

Postur Keuangan dan Laba Bersih

Dari sisi profitabilitas, RMKE mengantongi laba kotor sebesar Rp101,2 miliar, tumbuh 19,6 persen dibandingkan kuartal I 2025. Menariknya, segmen jasa masih menjadi tulang punggung keuntungan dengan kontribusi mencapai 79,0 persen terhadap total laba kotor.

Pertumbuhan pendapatan yang masif akhirnya mengerek laba bersih perusahaan menjadi Rp55,7 miliar, atau naik 8,2 persen secara tahunan. Manajemen juga berhasil menjaga rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) di level 0,54 kali, mencerminkan struktur permodalan yang sehat untuk ekspansi jangka panjang.

Keberhasilan RMKE mengamankan pelanggan baru yang terhubung langsung dengan fasilitas logistiknya diprediksi akan terus menjadi motor penggerak volume trading di kuartal-kuartal mendatang. Fokus pada integrasi aset logistik terbukti mampu memitigasi risiko fluktuasi cuaca dan perubahan regulasi di industri pertambangan.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top