KUDUS — Persiku Kudus dipastikan tetap berlaga di kasta kedua sepak bola nasional pada musim 2026/2027. Namun, perjalanan tim berjuluk Laskar Macan Muria itu sudah diwarnai hambatan sebelum kompetisi bergulir.
Klub harus memulai musim dengan status minus satu poin. Hukuman ini dijatuhkan akibat ketidakmampuan Persiku memenuhi kewajiban administratif terkait izin penggunaan stadion yang memenuhi standar Liga 2.
Selain itu, skuad asuhan pelatih anyar itu juga tengah disibukkan dengan pencarian markas sementara. Stadion Wergu Wetan, yang selama ini menjadi kandang Persiku, saat ini tengah menjalani renovasi besar-besaran.
Proyek renovasi Stadion Wergu Wetan menjadi penyebab utama kekisruhan ini. Pemerintah Kabupaten Kudus memutuskan untuk merenovasi stadion kebanggaan warga Kudus tersebut guna meningkatkan fasilitas dan kelayakan sebagai venue pertandingan profesional.
Sayangnya, proses renovasi dipastikan belum rampung saat kompetisi Liga 2 musim depan dimulai. Akibatnya, Persiku tidak bisa menggunakan stadion tersebut untuk menggelar laga kandang.
Sanksi pengurangan satu poin menjadi pukulan telak bagi tim. Dalam kompetisi yang ketat seperti Liga 2, selisih satu poin di awal musim bisa menjadi penentu nasib tim di akhir klasemen.
Pihak manajemen Persiku Kudus belum memberikan pernyataan resmi terkait detail sanksi yang diterima. Namun, situasi ini jelas memaksa tim untuk bekerja lebih keras sejak laga pertama untuk mengejar ketertinggalan poin.
Selain masalah poin, Persiku juga dihadapkan pada persoalan logistik yang tak kalah pelik: mencari stadion alternatif. Manajemen harus bergerak cepat untuk menemukan home base baru yang memenuhi standar Liga 2.
Beberapa stadion di kota-kota sekitar Kudus, seperti Stadion Kamal Djunaedi di Pati atau Stadion Wergu Wetan sendiri yang masih direnovasi, menjadi opsi yang mungkin dijajaki. Kepastian lokasi kandang sementara ini akan sangat mempengaruhi jadwal dan persiapan tim.
Kondisi ini menjadi ujian berat bagi Persiku Kudus di awal musim. Manajemen, pelatih, dan pemain harus menyatukan langkah untuk mengatasi kendala non-teknis ini agar performa di lapangan tidak terganggu. Para suporter Macan Muria pun menanti kepastian di mana mereka bisa memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya musim depan.