SEMARANG — Isu kelangkaan solar yang ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan warga Jawa Tengah beberapa pekan terakhir akhirnya mendapat jawaban resmi. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan bahwa stok solar di seluruh SPBU di wilayah Jateng dan DIY tidak dalam kondisi kritis. Bahkan, data terbaru menunjukkan bahwa pasokan yang tersedia jauh di atas kebutuhan normal masyarakat.
Berdasarkan data yang dirilis Pertamina, stok solar saat ini berada di angka 15 kali lipat dari konsumsi normal harian. Artinya, jika masyarakat mengonsumsi solar dalam jumlah rata-rata setiap hari, pasokan yang tersedia mampu bertahan selama 15 hari tanpa tambahan distribusi. Angka ini dinilai sangat aman dan tidak perlu dikhawatirkan.
Kondisi serupa juga terjadi pada jenis bahan bakar premium, yakni Pertamina Dex. Stoknya tercatat lebih dari 39 kali lipat dari konsumsi normal. Dengan kata lain, pasokan solar dan Pertamina Dex di Jateng dan DIY berada dalam zona sangat aman.
Meski data menunjukkan kondisi normal, isu kelangkaan solar tetap muncul dan sempat membuat resah warga, khususnya para sopir angkutan dan pelaku UMKM yang bergantung pada solar. Beberapa faktor disebut-sebut menjadi pemicu, mulai dari antrean panjang di SPBU tertentu hingga distribusi yang tidak merata di titik-titik tertentu.
Pertamina pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli solar sesuai kebutuhan. Pihaknya juga memastikan bahwa pasokan akan terus didistribusikan secara merata ke seluruh SPBU di wilayah Jateng dan DIY tanpa ada pengurangan kuota.
Pertamina mengingatkan bahwa antrean di SPBU bisa terjadi akibat pembelian dalam jumlah besar oleh oknum tertentu. Untuk itu, pengawasan di lapangan terus diperketat. Masyarakat diminta melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau pembelian solar melebihi batas wajar.
Dengan stok yang melimpah, Pertamina optimistis kebutuhan solar masyarakat Jateng dan DIY tetap terpenuhi hingga beberapa pekan ke depan. Kepastian ini diharapkan mampu mengembalikan rasa tenang di tengah masyarakat yang sempat dihebohkan isu kelangkaan.