Pencarian

Tanah Bergerak di Pati Rusak 7 Ruko dan Retakkan Jalan Lingkar Desa, Warga Diminta Waspada

Rabu, 09 September 2026 • 06:01:31 WIB
Tanah Bergerak di Pati Rusak 7 Ruko dan Retakkan Jalan Lingkar Desa, Warga Diminta Waspada
Ratusan warga mengevakuasi diri setelah tanah bergerak merusak tujuh ruko dan jalan lingkar di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Pati, Jawa Tengah.

PATI — Tanah bergerak yang menerjang kawasan bantaran Sungai Silugonggo di Dukuh Guyangan, Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur desa. Peristiwa yang mulai terjadi Selasa (25/8) dini hari itu memicu retakan di puluhan bangunan, termasuk tujuh ruko yang berada di bahu sungai.

Kepala Desa Purworejo, Duwi Sumaryono, membenarkan bencana tersebut dipicu oleh menyusutnya debit air sungai akibat musim kemarau. Kondisi ini diperparah oleh adanya proyek normalisasi sungai untuk pembangunan Bendung Karet Sungai Juwana yang memengaruhi kestabilan tanah di area bantaran.

Kerusakan Sepanjang 400 Meter dengan Penurunan Tanah Hingga 2 Meter

"Kejadian ini berdampak sepanjang 400 meter di area bantaran sungai dengan kedalaman penurunan tanah mencapai 50 hingga 200 sentimeter. Pagar beton pembatas sungai sepanjang 400 meter rusak, tujuh ruko rusak berat, dan jalan lingkar dukuh retak selebar 5 sentimeter," kata Duwi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dinding ruko yang berdiri di bahu sungai dipenuhi retakan lebar. Tanah di sekitarnya juga retak hingga kedalaman dua meter, memaksa seluruh pemilik ruko mengosongkan tempat usaha mereka untuk mengantisipasi risiko bangunan roboh.

Duwi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa pergeseran tanah dipicu ketidakseimbangan beban tekanan antara area bantaran dan debit air sungai yang menyusut drastis.

Polsek Pati Pasang Tanda Peringatan di Area Rawan

Menindaklanjuti musibah itu, jajaran Polsek Pati yang dipimpin Kapolsek Iptu Windartono bersama Pemerintah Desa Purworejo dan Bhabinkamtibmas telah meninjau lokasi untuk melakukan pendataan awal dan penanganan preventif. Petugas kini fokus pada pemasangan tanda peringatan di area yang dianggap rentan.

"Petugas mengarahkan pemasangan tanda peringatan di area rentan guna mencegah warga mendekati titik bahaya. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pati dan dinas terkait untuk penanganan teknis," kata Iptu Windartono.

Warga Sudah Curiga Sejak Seminggu Sebelum Kejadian

Salah seorang warga setempat, Sukarno, menuturkan pergerakan tanah sebenarnya sudah terlihat sejak seminggu sebelum kejadian. Kondisi itu kian memburuk karena sungai kering selama sebulan terakhir, sehingga retakan tanah melebar dengan cepat.

Kejadian serupa pernah melanda lokasi yang sama pada 2024 lalu. Saat itu, beberapa bangunan di bantaran Sungai Silugonggo ikut roboh akibat pergerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera melakukan kajian menyeluruh serta penanganan cepat. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, terutama saat musim hujan tiba dan debit air sungai kembali meningkat.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks