SEMARANG — Operasi penggantian sendi lutut akibat pengapuran atau kerusakan sendi memang lebih banyak dilakukan pada pasien usia lanjut. Kondisi itu berkaitan dengan osteoartritis yang muncul dari proses degeneratif dan penuaan.
Meski begitu, usia lanjut bukan alasan otomatis untuk menolak operasi. Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RSI Sultan Agung, dr. Arief Indra Perdana Prasetya, M.H., Sp.OT, AIFO-K, FISQua, memaparkan tiga mitos yang masih sering membuat pasien ragu.
Mitos 1: Operasi Ganti Sendi Terlalu Berisiko bagi Lansia
Anggapan bahwa usia lanjut membuat operasi penggantian sendi lutut terlalu berisiko disebut Arief sebagai kekhawatiran yang berlebihan. Pasien lansia akan melewati persiapan menyeluruh sebelum tindakan dilakukan.
Persiapan itu melibatkan dokter spesialis terkait. "Kita dengan dokter penyakit dalam dan juga dengan dokter anestesi untuk melakukan proses pembiusan dan pembedahan yang aman dan juga nyaman bagi pasien," jelasnya.
Kolaborasi antarspesialis menjadi kunci. Kondisi pasien dinilai secara menyeluruh agar aspek keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga selama operasi berlangsung.
Mitos 2: Pasien Hanya Bisa Berbaring dan Sulit Berjalan Usai Operasi
Anggapan bahwa pasien akan berlama-lama berbaring dan kesulitan berjalan setelah operasi juga dibantah. Teknologi dan teknik operasi yang berkembang kini mengarahkan pemulihan pada mobilisasi lebih dini.
"Pada saat setelah operasi maka keesokan harinya pasien akan diminta langsung fisioterapi dan langsung berlatih jalan," ujarnya.
Pasien justru tidak dianjurkan berdiam diri di tempat tidur. Lutut perlu mulai digerakkan, diikuti latihan fisioterapi dan berjalan sesuai kondisi serta program pemulihan dari tim medis.
Mitos 3: Implan Wajib Dilepas Lewat Operasi Kedua
Kekhawatiran bahwa pasien harus kembali menjalani operasi untuk melepas pen atau implan juga tidak berdasar. Arief menegaskan operasi penggantian sendi berbeda dengan pemasangan pen pada kasus cedera tertentu.
"Namanya saja ganti sendi sehingga akan menggantikan sendi yang rusak. Sehingga ini sifatnya long lasting dan tidak perlu ganti sendi," katanya.
Implan yang dipakai merupakan bagian dari sendi pengganti. Pada prinsipnya implan itu tidak perlu dilepas kembali hanya karena pasien sudah menjalani operasi.
Kapan Pasien Perlu Berkonsultasi?
Arief mengajak masyarakat yang mengalami masalah pada sendi lutut untuk tidak ragu memeriksakan diri. Pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui tingkat kerusakan sendi sekaligus menentukan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut soal kondisi lutut maupun pilihan penanganannya bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis orthopedi di RSI Sultan Agung, termasuk dengan Arief.
"Jika ada pertanyaan lebih lanjut bisa datang ke Rumah Sakit Islam Sultan Agung, bisa datang ke tempat praktik saya," pungkasnya.