JAWA TENGAH — Kebijakan ini diambil demi menjaga etika dan fokus pertandingan di All England Club. Langkah Wimbledon ini merespons serangkaian insiden yang melibatkan sekitar 100 influencer yang mendapat izin khusus membuat konten di turnamen Grand Slam Amerika Serikat tersebut.
Gangguan Flash dan Imbauan Umpire di Laga Osaka
Insiden paling terlihat terjadi pada babak pertama US Open 2026. Umpire pertandingan sempat menghentikan jalannya laga Naomi Osaka melawan Anastasia Zakharova untuk menegur sejumlah penonton yang menggunakan cahaya flash saat merekam video.
"Menurut saya jika Anda datang ke pertandingan olahraga, Anda harus menghormati olahraga tersebut. Dan saya merasa bahwa hal ini merupakan pemahaman umum dalam olahraga terutama soal etika," ujar Osaka.
Petenis Jepang itu menambahkan, popularitas tenis di kalangan penonton baru seharusnya menjadi hal positif. Namun, ia menilai pemahaman tentang tata tertib menonton perlu ditingkatkan, terutama di babak-babak awal turnamen.
Laporan Aroma Ganja ke Aryna Sabalenka
Bukan hanya soal visual, gangguan juga datang dari penciuman. Aryna Sabalenka, petenis peringkat satu dunia, melaporkan adanya aroma ganja yang tercium dari arah tribune penonton saat menghadapi Kamilla Rakhimova. Kejadian ini menambah daftar panjang perilaku kurang pantas yang dikeluhkan para atlet.
Wimbledon menilai situasi ini merusak integritas pertandingan. Penyelenggara turnamen tenis tertua di dunia itu menegaskan tidak akan memfasilitasi akreditasi serupa pada edisi musim panas tahun depan.
Harga Diri Tradisi Tenis Inggris
Keputusan ini menunjukkan perbedaan filosofi antara Wimbledon dan US Open. Jika turnamen di Flushing Meadows tersebut terbuka pada konten digital untuk menjangkau audiens baru, Wimbledon justru memilih menjaga pakem dan ketenangan sebagai daya tarik utamanya.
Aturan ketat berpakaian putih dan suasana hening yang khas menjadi identitas yang sengaja dipertahankan. Kebijakan melarang influencer hadir di area pertandingan adalah bentuk konsistensi terhadap nilai tersebut.
Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen Wimbledon mengenai apakah larangan ini bersifat permanen atau hanya untuk satu edisi. Yang jelas, sinyal yang dikirim kepada para kreator konten sudah sangat tegas.