JAWA TENGAH — Kekalahan PSM di kandang Persib rupanya tidak hanya meninggalkan luka karena kehilangan tiga poin. Kondisi rumput GBLA yang banyak tambalan dan mudah terkelupas menjadi keluhan utama yang disuarakan kubu tamu setelah laga usai.
Situasi lapangan yang tidak rata dinilai membahayakan keselamatan pemain, terutama saat melakukan tekel atau sliding. Alhasil, permainan cepat yang menjadi ciri khas PSM harus dikorbankan demi menghindari risiko cedera.
Kalezic Pertanyakan Standar Lapangan untuk Klub Besar
Pelatih asal Bosnia itu tidak menyembunyikan rasa keheranannya. Ia menilai kualitas rumput di stadion kebanggaan Bobotoh itu jauh dari kata ideal untuk sebuah pertandingan profesional."Yang juga tidak saya mengerti adalah bagaimana kita bisa bermain di lapangan ini. Dan saya berharap Persib Bandung memiliki lapangan yang jauh lebih baik karena Persib Bandung adalah salah satu klub terbesar," kata Kalezic, dikutip dari detikJabar.
"Mungkin klub terbesar di Indonesia dan saya pikir demi reputasi klub, ya, harus memiliki lapangan yang jauh lebih baik," ujarnya menambahkan.
Rizky Eka: Rencana Permainan Hancur Akibat Lapangan
Keluhan senada diungkapkan kapten PSM, Rizky Eka. Ia mengakui skema ball possession yang sudah dilatih berulang kali tidak dapat dieksekusi dengan baik di atas permukaan yang rusak."Ya mungkin buat saya pribadi karena lapangan ini kurang bagus buat kami, karena di latihan kita mainnya ball possession," ucap Rizky.
Pemain harus banyak melakukan improvisasi dan cenderung bermain aman. Akibatnya, transisi bola menjadi lambat dan Persib lebih mudah menebak arah serangan. Hal ini membuat PSM kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.
Masalah Kronis Rumput GBLA yang Terus Berulang
Ini bukan pertama kalinya GBLA menuai protes. Sebelumnya, sejumlah tim tamu juga sempat mengeluhkan hal serupa, terutama saat musim hujan. Permukaan lapangan yang tidak stabil kerap menjadi faktor yang merusak kualitas pertandingan.Kritik dari Kalezic ini pun menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen Persib. Dengan status mereka sebagai salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Indonesia, perbaikan kualitas lapangan menjadi tuntutan yang sulit dihindari demi menjaga reputasi dan kenyamanan tim yang bertanding.