Bulog Sudah Serap 3,24 Juta Ton Gabah Petani Sepanjang 2026, Target Tembus 4 Juta Ton

Penulis: Gunawan Susilo  •  Senin, 29 Juni 2026 | 19:27:01 WIB
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton gabah petani hingga Juni 2026.

JAWA TENGAH — Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti menyerap gabah petani sepanjang tahun. Hal ini disampaikan untuk merespons berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi yang menyoroti fluktuasi pasokan gabah di akhir musim panen.

“Penyerapan gabah yang dilakukan Bulog merupakan pelaksanaan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resminya.

Target 4 Juta Ton dan Peran Inpres 4/2026

Penyerapan ini berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Regulasi itu menjadi payung hukum bagi Bulog untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menstabilkan harga gabah di tingkat petani. Hingga akhir Juni, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri Bulog sudah mencapai 3,24 juta ton setara beras.

Dengan capaian 81 persen dari target tahunan 4 juta ton, Bulog optimistis dapat memenuhi sisa target di paruh kedua tahun ini. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah potensi gangguan cuaca dan fluktuasi produksi.

Bukan untuk Bersaing dengan Penggilingan

Bulog menekankan bahwa kehadirannya di pasar bukan untuk bersaing dengan penggilingan padi atau pelaku usaha lainnya. Sebaliknya, BUMN pangan ini berperan sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekosistem perberasan nasional.

“Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah. Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan,” tambah Ahmad Rizal.

Selama ini, Bulog telah menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah. Kemitraan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan beras bagi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Sinergi untuk Ekosistem Beras Berkelanjutan

Ke depan, Bulog berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Perusahaan juga akan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penggilingan, hingga pedagang.

Tujuannya adalah mewujudkan ekosistem perberasan nasional yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan serapan yang konsisten, Bulog berharap petani tetap mendapatkan harga layak, sementara cadangan pangan negara tetap terjaga. ***

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top