Pencarian

Ronaldo Kecam Chant Kematian Diogo Jota ke Rúben Neves, Al-Taawoun Dihukum

Selasa, 22 September 2026 • 16:21:02 WIB
Ronaldo Kecam Chant Kematian Diogo Jota ke Rúben Neves, Al-Taawoun Dihukum
Al-Taawoun dijatuhi denda dan larangan dua laga kandang tanpa penonton setelah suporternya meneriakkan nama Diogo Jota kepada Rúben Neves.

JAWA TENGAH — Al-Taawoun dijatuhi denda sekitar £20.000 dan larangan dua laga kandang tanpa penonton setelah sebagian suporternya mengejek Rúben Neves dengan meneriakkan nama Diogo Jota, rekan setimnya yang meninggal dunia. Hukuman diumumkan Saudi Arabian Football Federation (Saff) dan Saudi Pro League (SPL) empat hari setelah Cristiano Ronaldo menuntut tindakan tegas atas perilaku suporter tersebut.

Insiden terjadi di laga lanjutan Saudi Pro League antara Al-Taawoun dan Al-Hilal. Al-Hilal menang telak 6-0 di kandang lawan, dengan lini depan senilai lebih dari £150 juta yang dihuni Ollie Watkins dan Gabriel Martinelli mencetak lima gol di antara mereka.

Setelah pertandingan, sejumlah suporter Al-Taawoun mendekati lingkaran tengah dan meneriakkan nama Diogo Jota, mantan rekan setim Neves di Portugal dan Wolverhampton Wanderers yang meninggal dalam kecelakaan mobil pada Juli 2025.

Reaksi Rúben Neves: "Saya Harap Mereka Tidak Pergi Berdoa Setelah Ini"

Neves terlihat sangat terganggu. Pemain yang memiliki tato penghormatan untuk bintang Liverpool itu memberikan gestur yang jelas kepada suporter tersebut, menyiratkan pesan bahwa Tuhan sedang mengawasi mereka.

"Saya harap mereka tidak pergi berdoa setelah ini," kata Neves kepada wartawan Saudi seusai laga.

Al-Hilal kemudian melayangkan protes resmi. Insiden ini dengan cepat menjadi berita besar di Arab Saudi maupun di luar negeri.

Seruan Cristiano Ronaldo dan Desakan Hukuman

Cristiano Ronaldo angkat bicara melalui akun Instagram-nya yang diikuti 680 juta orang. Kapten Al-Nassr itu menuntut liga bertindak tegas.

"Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini," tulis Ronaldo. "Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batas. Orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh diizinkan masuk stadion lagi."

Seruan Ronaldo mendapat respons empat hari berselang. Saff dan SPL mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam perilaku tersebut sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sepak bola Saudi dan sportivitas secara umum.

Al-Taawoun dijatuhi denda sekitar £20.000 dan diwajibkan memainkan dua pertandingan tanpa penonton. Dalam pernyataan sebelumnya, klub menyebut tindakan itu "tidak mewakili suporter mereka".

Kecaman dari Legenda dan Pengamat Sepak Bola Saudi

Ayman al-Hotami, salah satu suporter Al-Hilal paling dikenal, mengaku sulit mempercayai apa yang terjadi. Menurutnya, mereka yang bertanggung jawab jumlahnya sedikit dan masih sangat muda.

"Basis suporter Al-Hilal sepenuhnya mengecam chant tersebut dan menuntut permintaan maaf atas tindakan individu di tribun mereka," kata al-Hotami. "Kami menghargai respons klub dalam mengecam insiden terisolasi ini, yang tidak mewakili klub maupun masyarakat kami."

Komentator terkemuka Saudi, Waleed al-Faraj, menyoroti perbedaan antara chant bernuansa rivalitas dan serangan yang menyentuh duka pribadi.

"Meneriakkan 'Messi' ke Ronaldo masih bisa diterima dalam konteks rivalitas mereka, tapi meneriakkan nama rekan setim Neves yang sudah meninggal, Jota, adalah tindakan tidak pantas," ujar al-Faraj. "Bagaimana bisa Anda mempermainkan duka seseorang seperti itu? Anda harus punya rasa kemanusiaan."

Legenda Saudi Sami al-Jaber, yang tampil di empat Piala Dunia dan sempat bermain untuk Wolverhampton, mengirim pesan langsung kepada Neves. Al-Jaber menegaskan bahwa kehadiran Neves berarti besar bagi sepak bola Saudi dan perilaku tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai hormat dan keramahan yang dijunjung masyarakatnya.

Tekanan bagi Liga untuk Menegakkan Standar

Sejumlah pihak menilai hukuman yang dijatuhkan belum cukup memberi efek jera. Al-Taawoun memang sudah mengecam insiden tersebut, tetapi kasus ini dianggap sebagai contoh jelas suporter berperilaku buruk yang seharusnya bisa dijadikan pesan keras bagi seluruh liga.

Simon Chadwick, profesor Afro-Eurasian Sport di Emlyon Business School, Paris, menilai stadion di Eropa seperti Portugal dan Inggris kini menjadi ruang yang sangat terkontrol. Karena itu, pemain sekaliber Ronaldo akan selalu bereaksi ketika menerima pelecehan verbal, dan hal itu otomatis menarik perhatian media.

"Suporter Arab Saudi perlu cepat terbiasa dengan reaksi semacam itu," kata Chadwick. Ia juga mengingatkan bahwa organisasi seperti AFC dan Fifa berpotensi menerapkan kode etik serta sanksi untuk kasus serupa.

"Dengan kata lain, jika suporter Saudi dan/atau Pro League tidak bisa meregulasi atau mengendalikan situasi, maka pihak lain yang akan melakukannya," ujarnya.

Tekanan itu kian relevan menjelang Piala Asia yang akan digelar di Arab Saudi. Perhatian global yang datang bersama kehadiran bintang sekelas Ronaldo membawa konsekuensi: setiap insiden negatif akan disorot dengan intensitas yang sama besarnya.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks