KUDUS — Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menilai kawasan Menara Kudus menyimpan potensi besar yang belum tergarap penuh. Menurutnya, menara bersejarah itu tidak hanya menjadi tujuan ziarah, tetapi juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang bisa memberi nilai tambah bagi daerah.
Pengembangan kawasan kota tua dinilai dapat memperluas daya tarik wisata Kudus. Kawasan tersebut memiliki bangunan lama, lorong permukiman, pondok pesantren, warung tradisional, hingga kehidupan sosial warga yang masih terjaga.
Bupati: Wisata Religi dan Budaya Harus Berjalan Bersama
Sam'ani menegaskan pengembangan kawasan Menara Kudus harus melibatkan banyak pihak. Ia ingin kawasan itu dikenal lebih luas, tidak berhenti sebagai destinasi religi saja.
"Kami ingin kawasan Menara Kudus tidak hanya dikenal sebagai wisata religi, tetapi juga menjadi kawasan wisata sejarah dan budaya. Potensi yang ada perlu dikembangkan bersama agar semakin dikenal masyarakat luas," ujar Sam'ani.
Harapan berikutnya menyangkut dampak ekonomi. Pengembangan kawasan kota tua diharapkan mengangkat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Menara Kudus.
"Pengembangan kawasan kota tua ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM. Jadi, selain menjaga warisan sejarah dan budaya, juga ada manfaat ekonomi yang bisa dirasakan warga sekitar," lanjutnya.
Festival Video Menara Kudus Dibuka untuk Pelajar dan Umum
Rangkaian Ta'sis Menara Kudus 2026 turut dibahas dalam audiensi bersama yayasan. Agenda yang disiapkan mencakup kegiatan kuliner jadul, Banyu Panguripan, Festival Video Menara Kudus, serta pelatihan membaca Al-Qur'an bagi penyandang disabilitas.
Festival Video Menara Kudus menjadi program unggulan berskala nasional. Lomba ini memberi ruang kreativitas masyarakat memperkenalkan sejarah dan potensi Menara Kudus lewat karya audiovisual.
"Festival tersebut terbuka bagi pelajar, termasuk siswa jenjang SMK ke bawah, serta kategori umum. Peserta dapat mengangkat Menara Kudus melalui empat pendekatan, yakni sejarah, budaya, ekonomi, dan futuristik," kata Sam'ani.
Melalui lomba itu, generasi muda diharapkan ikut mengambil peran mengenalkan warisan budaya Kudus dengan cara lebih kreatif. Karya peserta juga diharapkan menjangkau masyarakat lebih luas.
Pelatihan Al-Qur'an untuk Penyandang Disabilitas
Yayasan menyiapkan kegiatan sosial dan keagamaan yang menyasar kelompok disabilitas. Salah satunya pelatihan membaca Al-Qur'an bagi penyandang disabilitas dengan hambatan pendengaran dan bicara.
Program tersebut diharapkan membuka kesempatan belajar agama yang lebih inklusif. Agenda kuliner jadul dan Banyu Panguripan melengkapi rangkaian kegiatan, memperkenalkan tradisi lokal sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha untuk terlibat.
Peringatan Ta'sis Menara Kudus 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah. Puncak kegiatan direncanakan berlangsung 28 Desember 2026 melalui malam penganugerahan di Pendopo Kabupaten Kudus.