KUDUS — Proyek pengembangan RSUD Loekmono Hadi ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada Selasa (19/5). Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut pembangunan dilakukan dengan metode fast track agar selesai tepat waktu.
“Mulai dikerjakan Mei ini sampai Desember nanti,” kata Sam’ani usai acara groundbreaking.
Gedung Tujuh Lantai dengan Fungsi Ganda
Gedung Kudus Sehat dirancang setinggi tujuh lantai. Tak hanya menjadi fasilitas kesehatan, bangunan ini juga akan menampung sejumlah fungsi komersial dan sosial.
Bupati merinci, lantai-lantai tersebut akan diisi rawat inap VIP, area pusat perbelanjaan, ruang bagi pelaku UMKM, hingga fasilitas penginapan atau hotel. “Nantinya akan ada rawat inap VIP, ada mal, ada penginapan atau hotel, ada juga UMKM,” ujarnya.
Anggaran Rp91 Miliar dari BLUD
Seluruh biaya pembangunan bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Loekmono Hadi. Sam’ani menyebut angka anggaran mencapai Rp91 miliar lebih.
“Dibangun dengan total anggaran Rp91 sekian miliar,” ucapnya.
Bupati Minta Pengawasan Masyarakat
Sam’ani menegaskan, proyek yang menggunakan uang rakyat ini harus dikerjakan dengan kualitas terbaik. Ia meminta pelaksana proyek mengikuti spesifikasi dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Kami berharap karena ini uang rakyat, dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Bupati juga membuka ruang bagi warga untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat diminta segera melapor. “Masyarakat bisa mengawasi jalannya pembangunan ini, sesuai dengan rencana yang telah kita rencanakan,” tandasnya.
Gedung Kudus Sehat menjadi salah satu proyek strategis Pemkab Kudus di sektor pelayanan publik. Kehadiran mal dan hotel di dalam kompleks rumah sakit diharapkan bisa meningkatkan layanan serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.