Pencarian

Pemkot Semarang Buka Penjaringan 270 Siswa untuk Sekolah Rakyat Rowosari, Target Masuk Tahun Ajaran 2026

Selasa, 19 Mei 2026 • 12:57:41 WIB
Pemkot Semarang Buka Penjaringan 270 Siswa untuk Sekolah Rakyat Rowosari, Target Masuk Tahun Ajaran 2026
Pemkot Semarang mulai penjaringan 270 siswa untuk Sekolah Rakyat Rowosari tahun ajaran 2026.

SEMARANG — Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, baru mencapai sekitar 40 persen. Meski begitu, Dinas Sosial Kota Semarang sudah memulai proses penjaringan calon siswa untuk tahun ajaran 2026.

Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Moh. Agus Junaidi, mengatakan total kuota yang disiapkan sebanyak 270 siswa. Rinciannya, 90 siswa untuk SD, 90 siswa untuk SMP, dan 90 siswa untuk SMA. Masing-masing jenjang akan dibagi dalam tiga kelas.

Fasilitas Asrama dan Lahan Enam Hektare

Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas sekitar enam hektare. Rencananya, seluruh siswa akan tinggal di asrama sehingga proses belajar dan pembinaan berjalan secara terintegrasi.

“Fasilitasnya lengkap karena nanti semua siswa diasramakan di situ. Ada asrama, tempat ibadah, ruang kelas, sampai lapangan olahraga,” ujar Agus saat ditemui di Semarang, Senin (19/5/2026).

Target dari Keluarga Miskin Ekstrem

Sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2. Data Dinas Sosial mencatat, jumlah penerima manfaat di kedua kategori tersebut di Kota Semarang mencapai sekitar 30 ribu orang.

“Kalau mencari 270 siswa sebenarnya sangat mudah karena data Desil 1 dan Desil 2 di Kota Semarang mencapai sekitar 30 ribu penerima manfaat,” jelas Agus.

Proses penjaringan melibatkan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), kelurahan, dan kecamatan. Hal ini dilakukan agar calon siswa yang terpilih benar-benar siap mengikuti sistem pendidikan berasrama.

Antisipasi Siswa Mundur karena Aturan Asrama

Agus mengakui, dari pengalaman sekolah rintisan sebelumnya, masih ada sejumlah siswa yang mengundurkan diri. Penyebab utamanya adalah tidak betah dengan aturan disiplin ketat di asrama.

“Biasanya yang mundur itu karena tidak betah hidup di asrama. Dari bangun tidur sampai tidur lagi semua ada aturannya, sehingga ada yang ingin kembali ke orang tua atau kembali bekerja,” tandasnya.

Karena itu, seleksi dan pendampingan terhadap calon siswa maupun orang tua akan diperkuat. Dinas Sosial ingin memastikan siswa yang masuk benar-benar siap menjalani pola hidup terstruktur selama menempuh pendidikan.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks